Ini Penjelasan KONI Sumut Setop Uang Transportasi Atlet PON Mulai Akhir Mei

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut melakukan penyesuaian anggaran akibat pandemi Corona.

Tribun-Medan.com/Sofyan Akbar
John Iswandi Lubis 

Laporan Wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut melakukan penyesuaian anggaran akibat pandemi Corona.

KONI Sumut mengharuskan seluruh atlet yang mendapat tiket ke PON untuk latihan mandiri di rumah. Sehingga, uang transportasi bagi atlet akan disetop. 

"Para atlet kan sudah lakukan latihan mandiri di rumah sejak pandemi, makanya kita lakukan penyesuaian dengan melakukan penyetopan uang transpor bagi para atlet," kata Ketua KONI Sumut John Iswandi Lubis, Sabtu (9/5/2020).

Maka dari itu, aku John, uang transportasi disetop dan dibantu dengan uang saku untuk ekstra puding dan uang pulsa.

"Ini berlaku mulai akhir Mei. Kan mereka sudah mulai latihan di rumah. Jadi kita stop uang transportasi mereka," ujarnya.

John mengaku pihaknya sudah melakukan diskusi dengan Badan pemeriksa keuangan (BPK) untuk mempertanyakan pemberhentian uang transport bagi para atlet yang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pada 2021.

"Mereka menyetujui kalau KONI Sumut memberhentikan uang transport bagi para atlet. Mengingat mereka tidak keluar rumah lagi dan lakukan latihan mandiri di rumah," terang orang nomor satu di KONI Sumut ini.

Maka dari itulah, aku John, KONI Sumut tetap memberikan uang pulsa dan ekstra puding ke para atlet.

Mengenai berapa rincian uang transportasi sebelum dihentikan, John menyatakan rincian uang transpor sesuai kategori di mana atlet latihan seminggu 10 sesi dan 40 sesi sebulan.

Halaman
12
Penulis: Sofyan akbar
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved