Rumah Sakit USU Giat Cari Reagen, Baru Dapat Bantuan 10 Ribu Unit Kit

Reagen merupakan cairan reaksi kimia pendeteksi virus corona yang digunakan dalam pengujian swab.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Kemenkes menjelaskan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan spesimen swab tenggorokan pasien terduga Covid-19 kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (tengah) dan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu (kanan), di Laboratorium Rumah Sakit USU Medan, Jumat (17/4/2020). Pengoperasian alat PCR yang bisa memeriksa 333 pasien dari bantuan Kemenkes tersebut diharapkan dapat mengetahui hasil lebih cepat dalam mendeteksi virus Covid-19 khususnya di Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com - Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19 sekaligus laboratorium PCR pertama di provinsi ini berharap dapat keluar dari masalah langkanya reagen.

Reagen merupakan cairan reaksi kimia pendeteksi virus corona yang digunakan dalam pengujian swab.

"Universitas Sumatra Utara sudah bekerja untuk memesan sendiri, tidak menunggu sumbangan. Namun, pesanan itu belum bisa terpenuhi karena banyaknya permintaan," kata Rektor Universitas Sumatera Utara Runtung Sitepu, Jumat (8/5/2020).

Ia mengatakan, awalnya RS USU meminta bantuan 1.000 reagen kepada pemerintah. Namun, ternyata yang dikirimkan hanya 60 reagen dan akhirnya dipakai untuk tes swab sebanyak 33 pasien.

Setelah menunggu, akhirnya pekan lalu RS USU mendapat bantuan 10 ribu reagen dari Litbangkes.

Menurut Sitepu, tidak hanya tenaga dokter patologi anatomi yang terlibat dalam pemeriksaan tes swab.

Melainkan juga dokter patologi klinik dan analis-analis dari Balai Teknik Lingkungan juga bergabung dengan RS USU, bersama-sama bekerja hingga hari ini.

"Tim bekerja nonstop karena banyaknya sampel yang datang dari berbagai puskesmas dan rumah sakit yang ada di Sumut," ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa ruang isolasi yang tengah dibangun sudah mencapai tahap selesai dan bisa difungsikan satu minggu ke depan. Sitepu juga mengatakan dalam penanganan Covid-19 khususnya pemeriksaan sampel tes swab pasien terdapat peran para Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan tim medis lainnya.

"Gedung untuk ruang isolasi juga sudah selesai dan mudah-mudahan siap difungsikan dalam seminggu ke depan, dengan kapasitas lima pasien Covid-19 per kamar. Kami bersyukur atas seluruh bantuan yang telah diberikan berbagai pihak, sehingga semua tim medis, termasuk para PPDS sangat terbantu dalam seluruh aktivitas medisnya," pungkasnya.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved