Breaking News:

Ramadhan 2020

Dua Tahun Jalani Ramadan di New York, Maulida Rasakan Nilai Kebersamaan dan Toleransi Beragama

Bagi Maulida, menjalani Ramadan di luar negeri terutama New York hal yang paling signifikan adalah waktu yang jauh berbeda ketika berada di Indonesia.

TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI foto Maulida bersama suami dan anak di New York. 

Disatu sisi, Maulida juga mengatakan bahwa menjalani Ramadan di tengah pandemi menjadi kesempatan warga muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Ini juga menjadi kesempatan bagi muslim di New York bahkan dunia yang sedang menjalani lockdown atau stay at home selama Ramadan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Sungguh kuasa Allah sangat besar, hanya dengan virus yang tidak tampak oleh mata, Allah berkuasa menjadikan manusia dan negara-negara adidaya tidak berdaya," ujarnya.

Penerapan lockdown membuat rumah ibadah seperti masjid harus ditutup untuk sementara sehingga untuk tahun ini buka bersama ditiadakan.

Maulida menuturkan bahwa untuk tahun ini, kegiatan Ramadan seperti kultum ataupun tadarus dilakukan secara online untuk menghindari segala bentuk keramaian.

"Ramadan kali ini juga kultum Ramadan juga dilakukan dengan media online, bahkan tadarus bersama juga dilakukan online. Mungkin perubahan yang paling terasa signifikan adalah tidak adanya salat Eid Fitri berjamaah seperti tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.

Selama wabah pandemi Covid-19 yang menghentikan sementara aktivitas berbuka puasa di masjid, pemerintah New York turut membantu dengan membagikan 500 ribu makanan halal gratis untuk masyarakat yang menjalani puasa.

"Program ini juga sejalan dengan program yang dilaksanakan oleh negara bagian New York yang menyediakan makanan gratis setiap hari bagi seluruh warga New York (terutama yang tidak mampu) selama pandemi. Menyediakan makanan khusus yang halal untuk muslim adalah sebuah gesture yang sangat baik dan welcome dari pemerintah New York," ujar Maulida.

Dalam menghentikan penyebaran Covid-19, Maulida menuturkan bahwa pemerintah memberikan sanksi tegas agar masyarakat mematuhi penerapan physical distancing.

"Disini dikenakan denda bagi yang keluar untuk urusan yg nonessential dan yang tidak menjaga jarak dengan denda USD 250-500 bagi yang tidak menerapkan physical distancing," jelas Maulida.

Namun saat ini, Maulida mengabarkan bahwa tingkat kasus Corona sudah mulai menurun dan kini masyarakat sudah mulai keluar rumah.

"Tapi sekarang karena kurva sudah mulai menurun masyarakat mulai banyak yang keluar, sepertinya tidak dikenakan sanksi lagi. Tapi banyaknya juga tidak terlalu banyak karena masih dalam stay at home atau New York on Pause namanya disini," terangnya.

Ramadan Pertama di London, Begini Cara Rica Asrosa Obati Rindu Kampung Halaman

Dalam Ramadan tahun ini, Maulida juga menuturkan untuk tidak dapat berlebaran di Medan sebelum masa tugas sang suami di New York selesai.

"Untuk tahun ini tidak memungkinkan untuk berlebaran di Medan. Kami saat ini berada di pusat wabah di dunia, jika pun tidak ada pandemi, sebagai diplomat, suami dan saya memang tidak pernah berencana kembali ke Indonesia ketika lebaran hingga masa tugas suami selesai," tutur Maulida.(cr13/tri bun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved