Hina Pemkab Dairi di Medsos, Diminta Klarifikasi Makin Arogan, Oknum Pengacara Medan Jadi Tersangka

UL menjadi tersangka pelaku penyebaran hoaks atas postingan yang diunggahnya di akun facebook miliknya beberapa waktu lalu.

TRIBUN MEDAN/HO
OKNUM pengacara diamankan petugas Ditkrimsus Polda Sumut, Minggu (10/5/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang oknum pengacara asal Medan menjadi tersangka atas dugaan penyebaran informasi tidak benar atau hoaks.

Penetapan tersangka terhadap oknum pengacara tersebut setelah Tim Penyidik dari Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut melaksanakan penyelidikan.

UL menjadi tersangka pelaku penyebaran hoaks atas postingan yang diunggahnya di akun facebook miliknya beberapa waktu lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun, UL disangkakan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan Penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan/atau pencemaran nama baik terhadap seorang pejabat yang karena atau pada saat menjalankan tugasnya yang sah.

Sebagaimana yang diatur dalam pasal 27 ayat (3) juntho Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE juntho Pasal 316 KUHPidana.

Pemkab Dairi Perpanjang Fase Tanggap Darurat Covid-19 hingga 29 Mei

Terkait penetapan tersangka terhadap oknum pengacara tersebut, Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana, melalui Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Bambang yang dikonfirmasi awak media terkait hal ini membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang oknum pengacara yang berdomisili di kota Medan, atas tindak lanjut dari laporan polisi yang diterimanya.

"Oknum pengacara tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Setalah dilakukan penangkapan terhadap tersangka di kediamannya di Jalan Pintu Air IV Kelurahan Kuala Bekala, Kecamatan Medan Johor pada Jumat (8/5/2020) dini hari sekira pukul 00.30 WIB," ujarnya.

Lanjutnya, berdasarkan laporan tersebut, penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan saksi-saksi, dan telah memintai keterangan ahli.

"Serta melakukan profiling account terlapor untuk memastikan pengguna dan orang yang mempostingnya dan ditemukan bukti permulaan yang cukup. Yang bersangkutan kita tangkap dan telah kita lakukan upaya penahan untuk proses penyidikan lebih lanjut," kata Bambang saat dikonfirmasi awak media, Minggu (10/5/2020).

Dari informasi yang didapat, kasus ini bermula dari adanya unggahan status yang diposting di laman facebook a.n.: UL yang diduga di dalamnya berisikan penghinaan dan hoax yang ditujukan ke Pemkab Dairi dan Pemko Medan yang berbunyi 'Pemko Medan bagi bagi beras ke Masyarakat dan Anggota DPRDnya nyumbang gaji karena wabah Covid19. Pemkab Dairi makan sumbangan /bantuan utk masyarakat dan Pimpinan DPRD nya dapat Mobil Dinas baru. Makan kalian telor itu'.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved