Breaking News:

Pelaku Pembacok Kades Masih 18 Tahun, Ternyata Sakit Hati Gara-gara Merasa Dihina Kades

Kronologi penganiayaan bermula dari sakit hati dan dendam akibat lancangnya mulut dan perkataan korban kepada pelaku

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Salomo Tarigan
HO/Polres Binjai/tri bun medan
Pelaku pembacokan Kepala Desa Tanjung Gunung saat tiba di Polres Binjai 

TRI BUN-MEDAN.com, BINJAI - Pelaku yang membacok Kepala Desa Tanjung Gunung, Joni Surbakti dengan kampak akhirnya ditangani pihak kepolisian.

Pelaku menyerahkan diri setelah dibawa oleh Ketua Organisasi Pemuda Pancasila, J Payo Sitepu.

Kasus ini diketahui ditangani Polres Binjai setelah dialihkan dari Polsek Sei Bingai. Kasubag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting mengatakan pelaku diantar langsung ke kantor polisi.

"Pelaku sudah diamankan pada Jumat malam semalam sekitar pukul 20.30 WIB. Pelaku Hiskia Agamel Ginting (18) warga
Desa Tanjung Gunung Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat masih ikut orangtuanya," kata AKP Siswanto Ginting, Sabtu (11/5/2020)

Kronologi penganiayaan bermula dari sakit hati dan dendam akibat lancangnya mulut dan perkataan korban kepada pelaku.

Kades yang menjadi korban menghardik pelaku yang sedang mencari nafkah menyincang buah sawit.

"Jadi ceritanya jam 13.00 WIB pelaku menyincang sawit milik Tenang Ginting dekat Jambur Desa Tanjung Gunung, kemudian korban tiba di depan kantor desa mengenderai mobil dan memarkirkan mobil di TKP, selanjutnya korban berjalan kaki melewati pelaku sambil berkata mampus tidak laku sawitmu, dan langsung berjalan menuju kantor kepala desa," ungkap Kasubbag Humas menirukan perkataan korban sebelum pembacokan.

Ternyata, kata-kata itu membekas dan menyayat perasaan hati pelaku. Pun demikian pelaku masih menahan emosi atas perkataan kades tersebut, namun gejolak amarah malah membara sehingga pelaku menunggu korban keluar dari kantornya di kedai kopi yang berada di depan kantor kepala desa Tanjung Gunung.

"Sekitar pukul 13.15 WIB korban keluar dari kantor desa menuju mobilnya yang parkir di jalan depan kantor desa. Selanjutnya pelaku mengejar dan melakukan penganiayaan mengahajar korban dengan kampak," jelasnya.

Usai meluapkan rasa sakit hatinya, pelaku melarikan diri dan membuang kampaknya ke sungai Mencirim yang tidak jauh dari TKP. Pelaku bersembunyi di area hutan selama berhari-hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved