Tim Pemantauan dan Pencegah Asmara Subuh Sebut Warga Medan Mulai Sadar Pakai Masker
Jumlah warga baik pejalan kaki maupun mengendarai kenderaan yang terjaring tidak mengenakan masker mulai berkurang.
TRI BUN-MEDAN.com - Wajib masker yang diterapkan Pemko Medan terhadap siapa saja yang melakukan aktifitas di luar rumah, sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di tengah warga tampaknya mulai membuahkan hasil.
Terbukti, ketika Tim Pemantauan dan Pencegah Asmara Subuh yang diturunkan Pemko Medan melakukan pemantauan dan pencegahan di Jalan Ring Road Gagak Hitam, Minggu (10/5/2020), jumlah warga baik pejalan kaki maupun mengendarai kenderaan yang terjaring tidak mengenakan masker mulai berkurang.
Begitu juga dengan para pengemudi truk dari luar kota, hanya beberapa saja yang kedapatan tidak mengenakan masker.
Padahal sebelumnya, puluhan pengemudi truk dari luar kota tanpa masker dengan seenaknya melintasi Kota Medan yang kini telah ditetapkan sebagai kota wajib masker, menyusul disahkannya Perwal Nomor 11/2020 tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Medan.
Sebagian besar kenderaan bermotor yang dihentikan, baik pengemudi maupun penumpangnya didapati mengenakan masker.
Bahkan, pengemudi truk dari luar kota yang selama ini terkenal acuh tampak patuh dan mengenakan masker.
Jika pun ada, bisa dihitung dengan jari. Perubahan ini tentunya sangat meringankan tugas tim, sebab begitu kenderaan distop dan pengemudi maupun penumpangnya mengenakan masker, tim gabungan yang terdiri dari unsur unsur Satpol PP Kota Medan, Dinas Perhubungan, Kodim 0201/BS, Polrestabes Medan, Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Humasy serta jajaran Kecamatan Medan Sunggal langsung mempersilahkan berjalan kembali.
"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menyadarkan warga untuk senantiasa mengenakan masker ketika berada di luar rumah. Alhamdulillah, jumlah warga yang tidak pakai masker mulai berkurang saat tim pertama kali melakukan kegiatan pantau dan pencegahan asmara subuh di Jalan Ring Road Gagak Hitam ini di awal bulan Ramadhan. Semoga warga terus mengenakan masker hingga pandemi Covid-19 berakhi," tutur salah seorang petugas Satpol PP yang ikut dalam kegiatan pantau dan cegah asmara subuh tersebut, Ihksan
Dalam kegiatan pantau dan cegah asmara subuh, tim menghentikan pick-up yang mengangkut lima orang anak punk. Kelima anak punk disuruh turun, sebab tidak mengenakan masker, sedangkan mobil pick-up melanjutkan perjalanan karena pengemudi pakai masker.
Kelima anak punk sempat diperintahkan buka baju untuk melihat apakah ada membawa senjata tajam, namun tidak ditemukan apapun, sehingga Kelima anak punk tersebut selanjutnya diperintahkan push-up.
Setelah itu mereka diberi pengarahan sejenak akan pentingnya masker untuk mencegah penularan virus corona. Usai diberi masker, mereka pun dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Hukuman push-up juga diberikan kepada pengemudi mobil dan becak bermotor yang tidak mengenakan masker.
Kabag Tata Pemerintahan Setdako Medan Ridho Nasution mengatakan, giat pantau dan cegah asmara subuh tidak hanya dilakukan di kawasan Jalan Ring Road Gagak Hitam (depan eks SPBU Petronas saja).
Kegiatan yang sama juga dilakukan di 5 lokasi lainnya yakni kawasan Fly Over Medan Barat, Kanal Timur Medan Johor, seputaran Stadion Teladan Medan Kota, Lapangan Rengas Pulau Medan Marelan, serta Medan Belawan.
Dalam kegiatan kali ini, jelas Ridho, tim fokus sosialisasi wajib masker seperti yang diisyaratkan dalam perwal Nomor 11 tahun 2020.
"Kegiatan pantau dan cegah asmara subuh ini akan kita lakukan sepanjang bulan Ramadhan. Dengan kegiatan ini, kita harapkan masyarakat sadar dan selalu mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah untuk mencegah terjadinya penularan virus corona di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.
(cr21/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tim-pemantauan-dan-pencegah-asmara-subuh-yang-diturunkan-pemko-medan.jpg)