Breaking News:

Banyak Penumpang Kapal Merasa Terjebak Setelah Tiba di Samosir, Dilarang Masuk dan Dipulangkan

Penumpang kapal non-KTP Samosir kerap merasa terjebak setelah tiba di sejumlah pelabuhan di Kabupaten Samosir.

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Petugas Dishub memantau penumpang yang baru tiba di Samosir 

TRI BUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Penumpang kapal non-KTP Samosir kerap merasa terjebak setelah tiba di sejumlah pelabuhan di Kabupaten Samosir.

Pasalnya, para pendatang itu diminta kembali ke daerah asal.

Seorang Anak Buah Kapal (ABK) di Samosir berinisial MS mengatakan sudah sering terjadi pengembalian penumpang ke luar Samosir sejak adanya pembatasan orang dari luar Samosir yang memang guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Sudah sering penumpang dipulangkan," kata pria yang minta namanya diinisialkan, Senin (11/5/2020) di Samosir.

Ia menyebutkan banyak penumpang kapal yang merasa terjebak.

"Janganlah setelah tiba di Samosir baru disuruh pulang. Kan, seolah-olah kami orang kapal yang salah dan dinilai menjebak penumpang," kata MS.

Bahkan, seharusnya kata MS Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Gugus Tugasnya sebaiknya melarang penumpang non-KTP Samosir di pelabuhan Kabupaten tetangga.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Samosir, Rohani Bakkara membenarkan pemulangan sejumlah penumpang.

Namun, pemulangan dilakukan demi mempertahankan Samosir yang masih zero Covid-19.

Disebutnya, pada Minggu (10/5/2020) kemarin, tim Gugus Tugas Covid-19 Samosir yang berjaga di pintu masuk Pelabuhan Ambarita dan Tomok, memulangkan 3 pendatang ke Samosir yang hendak berlibur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved