Breaking News:

Ramadhan 2020

Es Kolang-kaling Buatan Istri Jadi Menu Berbuka Favorit Legenda PSMS Sahari Gultom

Es kolang-kaling buatan istri dan kurma menjadi menu berbuka favorit di momen bulan Ramadan ini.

Tribun-Medan.com/Chandra Simarmata
MANTAN penjaga gawang PSMS, Sahari Gultom. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah berpuasa seharian, tibanya waktu berbuka merupakan momen yang ditunggu setiap orang di bulan Ramadan.

Tak terkecuali bagi Sahari Gultom, eks penjaga gawang dan juga legenda PSMS Medan ini.

Sahari yang juga saat ini sebagai pelatih kiper tim nasional U-19 Indonesia ini mengatakan es kolang-kaling buatan istri dan kurma menjadi menu berbuka favorit di momen bulan Ramadan ini.

Nikmatnya es kolang-kaling yang dicampur sirup tersebut mampu menghilangkan dahaga setelah berpuasa seharian.

"Insya Allah masih (tetap berpuasa). Kalau menu favorit berbuka salah satunya kolang-kaling buatan istri dicampur sirup kurnia. Enak saja diperut. Dingin lebih enak. Sederhana saja. Kurma juga selalu ada dan candil buatan anak," ujarnya, Senin (11/5/2020).

Pria yang akrab disapa Ucok ini menuturkan setelah menikmati segarnya es kolang-kaling dan kurma sebagai pembuka, dirinya bisa bebas menyantap makanan lainnya sesuai selera.

Namun sebelum menyantap makanan utama seperti nasi, biasanya bersama keluarga, Ucok lebih dulu menunaikan salat maghrib.

Timnas U-19 Bakal Gelar Virtual Training, Legenda PSMS Sahari Gultom Pimpin Latihan Para Kiper

"Setelah menu pembuka, lanjut salat maghrib kemudian makan berat lah (nasi). Tetap lebih melihat ke gizi makanan juga," ucapnya .

Lebih lanjut kata Ucok, di tengah pandemi covid-19, dirinya bersama keluarga di Medan lebih banyak beribadah di rumah. Setelah berbuka dan salat maghrib, kegiatan Salat Tarawih pun menjadi rutinitas ibadah yang dilakukan di momen Ramadan ini.

Ucok pun berharap pandemi virus Corona ini bisa segera usai. Sehingga kegiatan latiahan tim bisa kembali betjalan seperti biasa.

"Salat tarawih di rumah sama keluarga. Masa pandemi Corona ini harus bisa kita lewati. Saya juga mengisi kekosongan tetap berlatih, training sendiri di rumah," pungkas pelatih berusia 43 tahun ini.(can/tri bun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved