Pengalaman Buruk Blunder 2 Kali Bek PSMS Arif Budi Darmawan

Arif Budi Darmawan mengaku pada awalnya ingin menjadi pemain sayap karena ingin menciptakan gol. Tapi belakangan ia malah ditarik ke belakang.

Tribun Medan/Danil Siregar
Arif Budi Darmawan 

TRIBUN-MEDAN.com - Arif Budi Darmawan mengaku pada awalnya ingin menjadi pemain sayap karena ingin menciptakan gol.

Tapi belakangan ia malah ditarik ke belakang karena performa kurang berkembang saat bermain di sektor sayap.

"Dulu posisi saya sebenarnya winger. Cuma jarang cetak gol. Nah, pas ditarik jadi bek kiri saya malah lebih sering kasih assist dan bisa cetak gol. Makanya sekarang jadi bek kiri," ujarnya, Minggu (10/5/2020).

Menurutnya, semenjak memerankan posisi bek kiri performanya lebih meningkat. Ia bisa naik ke pertahanan lawan membantu serangan tim. Kemudian ia merasa memainkan posisi bek lebih simpel.

"Kalau di bek kiri saya lebih produktif buat menyerang, ya walau kadang enggak cetak gol. Tapi sering juga kasih assist buat striker. Bahkan waktu masih di PSPS saya cetak gol pas lawan PSMS di Stadiun Teladan tahun 2016, waktu ISC B,"

"Main di posisi bek kiri ini simpel. Pandangan ke depan juga lebih luas. Cuma enggak enaknya kalau kena serang terus. Capek juga kejar-kejar lawan," tambahnya.

Selama memerankan bek kiri, mantan pemain PSPS Riau ini juga punya pengalaman yang tak mengenakkan.
Ia pernah melakukan blunder ketika bermain di PSPS saat lawan Pro Duta 2014 silam. Parahnya, keselahan fatal dia lakukan dua kali.

"Pengalaman terburuk pertama kali main saya lawan Pro Duta tahun 2014. Klub saya waktu itu, PSPS, kalah 2-0. Golnya itu lewat saya semua karena lakukan kesalahan. Saat itu lawannya masih ada Bang Rahmad Hidayat, Bang Rifqi, Fiwi, Ghozali. Itu kayanya lakukan kesalahan yang besar sekali," bebernya. (lam)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved