PSMS Medan Tunggu Keputusan PSSI soal Nasib Liga 2

PSMS Medan akan mengikuti kebijakan dari PSSI Pusat terkait dengan keberlangsungan kompetisi Liga 2 musim ini.

TRI BUN MEDAN/Ilham Fazhir Harahap
Sekum PSMS Medan, Julius Raja 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan akan mengikuti kebijakan dari PSSI Pusat terkait dengan keberlangsungan kompetisi Liga 2 musim ini.

Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja mengatakan pihaknya masih menunggu hasil rapat PSSI terkait dihentikan atau tidaknya liga pada pekan ini.

Sejumlah usulan terkait kelanjutan kompetisi maupun penggajian pemain juga telah disampaikan manajemen PSMS kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Intinya usulan bersama kawan-kawan, kalau lanjut seperti apa, kalau pun (liga) diberhentikan seperti apa," ujarnya, Senin (11/5/2020).

Sebelumnya rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang dijadwalkan Jumat (8/5/2020), harus tertunda. Hal ini dikarenakan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menghadiri pertemuan dengan FIFA membahas persiapan Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Alhasil, waktu pelaksanaan rapat terkait kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 Indonesia tersebut harus dijadwalkan ulang. Rencananya rapat tersebut akan digelar pada Selasa (12/5/2020).

Menurut Julius pandemi Corona saat ini telah memukul sektor ekonomi. Sponsor untuk olahraga juga jadi sulit di dapat. Namun menurutnya PSSI tentu punya keputusan tersendiri nantinya terkait liga. Manajemen PSMS masih menunggu keputusan tersebut dari PSSI.

"Artinya terus terang kalau kondisi saat ini sangat berat. Ekonomi lagi susah begini, siapa yang mau sponsor datang. Tentu kan federasi atau PSSI punya pemikiran sendiri, apakah nantinya dia bisa mensubsidi, atau menggelar pertandingan ya monggo," kata Julius.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa King ini mengatakan, jika nantinya liga diputuskan tetap digelar maka tentunya sejumlah maklumat yang telah dikeluarkan terkait pandemi ini harus juga dicabut.

Manajemen PSMS, kata King, akan tetap menghormati keputusan ymag dikeluarkan PSSI nantinya.

"Yang pertama maklumat Kapolri harus dicabut, kemudian kan ada surat presiden, dan yang dari BNPB dan surat PSSI. Jadi semua akan kita hormati. Kita menunggu surat dari PSSI. Ya mungkin juga mereka tengah mencari solusi apa buat kondisi ini," kata Julius.

Adapun, klub-klub yang berlaga di Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 termasuk PSMS Medan telah menyampaikan usulannya kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait kelanjutan kompetisi maupuan penggajian pemain dan pelatih.

Mayoritas klub meminta kompetisi dihentikan. Namun keputusan bukan wewenang PT LIB, melainkan menunggu keputusan dari federasi sepakbola Indonesia yakni PSSI.

(Can/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved