7 Buruh Pusat Grosir yang Cabangnya Tersebar di Kota Besar Positif Covid-19,Bupati:Jemput Pengunjung
Rapid test dilakukan pemerintah menyusul 7 pegawai pusat grosir tersebut terinfeksi positid Covid-19.
TRI BUN-MEDAN.com- Bupati Slemen, Sri Purnomo memerintahkan digelar rapid test massal gelombang pertama bagi masyarakat yang berkunjung ke pusat grosir yang cabangnya tersebar diberbagai kota di Indonesia.
Rapid test dilakukan pemerintah menyusul 7 pegawai pusat grosir tersebut terinfeksi positid Covid-19.
"Ini karena sudah kluster baru, kita kejar betul sampai nanti semuanya tidak ada yang ketinggalan. Ini untuk memutus mata rantai," ujar Sri Purnomo saat ditemui di GOR Pangukan, Selasa (12/05/2020).
• 600 Warga Serang Mobil Patroli, Tusuk Kapolsek, Sekap 7 Polisi, Kapolda Perintahkan Tangkap Pelaku
Bagi orang yang hasil rapid test-nya reaktif akan dilakukan isolasi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan.
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman akan menjemput orang yang menunjukkan hasil reaktif ke alamat masing-masing untuk diisolasi di Asrama Haji.
"Jadi isolasi mandiri tapi di bawah kendali Dinas Kesehatan dan tim covid kabupaten. Supaya nanti mereka bisa dimonitor dengan baik," ujar Sri Purnomo.
Mereka yang hasil rapid test reaktif tetap berada di asrama haji sampai hasil pemeriksaan swab tenggorokannya keluar.
Jika hasil swab positif, maka akan dibawa ke rumah sakit.
"Kalau hasilnya negatif tetap isolasi di situ selama 14 hari," kata Sri Purnomo.

Dari pengamatan, sejak pagi para pengunjung salah satu pusat grosir di Sleman yang sudah lolos pendaftaran mulai berdatangan ke GOR Pangukan Sleman.
Mereka datang dengan mengenakan masker. Sebelum masuk, mereka juga cuci tangan.
Dalam pelaksanaan rapid test massal ini, Dinas Kesehatan Sleman menerapkan protokol Covid-19.
Setiap antrean diberikan jarak dan semua petugas baik dari Dinas Kesehatan, Kepolisian dan TNI semua menggunakan pelindung.
Tidak tampak ada kerumunan yang terjadi meski peserta gelombang pertama sebanyak 500 orang.
Proses rapid test massal ini tampak berjalan tertib dan teratur.
Rapid test massal untuk pengunjung pusat glosir ini dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa 12 Mei 2020.
• Mal Tutup Berbulan-bulan, Barang-barang Mewah Berkulit Jamuran, Rusak, Pengusaha Merasa Tumpur
Ribuan Pengunjung akan Menjalani Rapid Test
Sebanyak 1.340 pengunjung salah satu pusat grosir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menjalani rapid test.
Pemeriksaan ini dilakukan setelah seorang pegawai pusat grosir tersebut dinyatakan positif Covid-19.
Rapid test massal itu akan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Pangukan, Sleman, pada Selasa (12/5/2020) mulai 09.00 WIB hingga 14.00 WIB.
"Hari ini Kita gladi bersih," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, Senin (11/05/2020).
Joko mengatakan, jumlah pengunjung pusat grosir yang mendaftar ada lebih dari 1.340 orang.
Namun, tidak semuanya diikutkan dalam rapid test massal.
Hanya warga yang pergi ke pusat grosir itu pada 19 April 2020 hingga 4 Mei 2020 bisa ikut rapid test massal ini.
"Ada sekitar 300-an yang tidak lolos," urainya.
Nantinya, setiap pengunjung pusat grosir itu akan menjalani rapid test sebanyak dua kali.
Jika hasil pertama menunjukkan hasil non-reaktif, maka akan kembali diperiksa sampel darahnya.
Namun, orang yang saat diperiksa menunjukkan hasil reaktif, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab.
"Kalau hasilnya reaktif langsung swab," tegasnya.
Pengumuman hasil rapid test lanjutnya akan keluar pada sore hari.
Nantinya Dinas Kesehatan Sleman akan memberitahukan secara masing-masing.
"Pengumuman setelah rapid sebenarnya kalau menggunakan darah lengkap kira-kira satu jam keluar. Tapi kita tidak satu jam langsung keluar, mungkin sore hari," kata Joko.
Catatan redaksi soal rapid test
Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh. Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.
Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan meteode PCR (polymerase chain reaction). Baca selanjutnya di sini.
Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).
Jika Anda sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19.
Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Pengunjung Pusat Grosir di Sleman yang Reaktif Rapid Test Akan Dijemput untuk Diisolasi dan 1.340 Pengunjung Pusat Grosir di Sleman Akan Jalani Rapid Test