734 Warga Negara Indonesia Terpapar Covid-19 di 33 Negara

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, hingga Minggu (10/5), tercatat 734 kasus WNI yang terpapar Covid-19 di luar negeri.

TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
PULUHAN WNI yang sebelumnya bekerja sebagai TKI ilegal di Malaysian ditempatkan sementara waktu di Posko Gugus Tugas Kota Tanjungbalai, Senin (27/4/2020). Puluhan TKI dari berbagai wilayah di Indonesia ini ditemukan petugas Lanal Tanjungbalai Asahan terombang ambing di Pantau Bersaudara, Labuhan Batu Utara pada Senin dini hari. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, hingga Minggu (10/5/2020), tercatat 734 kasus WNI yang terpapar Covid-19 di luar negeri.

"Hingga 10 Mei 2020, terdapat 734 kasus WNI yang terpapar Covid-19," kata Retno dalam konferensi pers di BNPB, Senin (11/5/2020).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 321 orang di antaranya masih dalam perawatan, 372 orang sembuh, dan 41 meninggal dunia. Jumlah tersebut tersebar di 33 negara dan teritori serta di 20 kapal pesiar.

Antara lain di Singapura, Spanyol, Rusia, China Taipei, Turki, Vatikan, Perancis, Belanda, Australia, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya.

Retno mengatakan, seluruh perwakilan RI di luar negeri terus melakukan koordinasi dengan otoritas negara atau teritori setempat.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan para WNI tersebut mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
"Itu dilakukan guna memastikan semua WNI terpapar dapat pelayanan kesehatan yang layak sesuai situasi dan peraturan setempat," kata dia.

Tingkatkan Diplomasi

Penggagas Kongres Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal menyarankan pemerintah Indonesia mulai meningkatkan diplomasi untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di masa mendatang. Menurut dia, hal ini penting mengingat keberadaan vaksin Covid-19 yang diperkirakan akan menjadi rebutan semua negara di dunia.

"Kita harus meningkatkan diplomasi vaksin. Sebab yang kita kawatir adalah vaksin itu baru satu tahun mungkin nanti baru bisa final diproduksi dan didistribusi. Dan semua negara akan rebutan," ujar Dino dalam konferensi pers secara daring bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (11/5/2020).

Dino memperkirakan negara-negara berkembang akan menjadi yang paling sulit mendapatkan vaksin Covid-19.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved