Breaking News:

AKSI WARGA PORSEA, Datangi RSUD Porsea Minta Pasien Positif Covid-19 Dipindahkan

“Kami meminta agar Warga yang Positif Covid -19 tidak ditempatkan (Diisolasi) di rumah sakit Umum Porsea ini"

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Warga Pareparean Porsea mendatangi RSU Porsea meminta pasien covid-19 dirujuk ke rumah sakit lain 

TRI BUN-MEDAN.COM, TOBASA -Pasca dilakukan penjemputan JS yang positif covid-19 oleh tim medis dari Desa Paindoan, Kecamatan Balige Kabupaten Toba untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea, sejumlah massa datang ke RSUD Porsea Senin (11/5/2020) tengah malam.  

Muncul aksi penolakan oleh penduduk sekitar rumah sakit tepatnya warga Desa Pare-rean Kacamatan Porsea.

“Kami meminta agar Warga yang Positif Covid -19 tidak ditempatkan (Diisolasi) di rumah sakit Umum Porsea ini, karena menurut kami bahwasanya Rumah Sakit Porsea ini belum mampu menangani masalah Pasien Covid-19,” kata Seorang warga bermarga Pardede.

Adu mulut antara warga dengan pimpinan rumah sakit juga sempat terjadi. Perdebatan sengit itu berlangsung di hadapan para petugas, baik kepolisian yang berusaha memenangkan warga.

LIGA SPANYOL - Jadwal Liga Spanyol akan Digelar Bulan Juni, Pertandingan Setiap Hari, Alasannya

Sule Menikah Setelah Lebaran? Ayah Rizky Febian Tanggapi Kabar Pernikahan dan soal Asmara

Massa yang melakukan penolakan datang spontanitas dan menggunakan masker masing-masing. "Kami menolak orang positif corona dari daerah kami, kami tidak mau terpapar corona,"ujar Pardede.

Personel TNI/Polri berusaha menenangkan massa asca penolakam tersebut. Warga tetap bersikeras meminta pasien bersangkutan dirujuk ke rumah sakit yang lebih baik, karena mereka beranggapan rumah sakit porsea belum layak sehingga warga di sana khawatir.

"Kalau nanti berdampak ke kami bagaimama, soalnya Rumah Sakit Porsea belum siap kami rasa,. Jadipun rumah sakit di sini, tanah kami dulu ini, jangam gegara ini ada kami yang kenak corona"timpal seorang warga lainnya dari barisan tersebut.

Perdebatan antara warga, pihak rumah sakit dengan dinas Kesehatan Toba akhirnya ditenangkan polisi. Polisi memberikan penjelasan terkait perawatan pasien tersebut di Porsea dan memediasi pihak Rumah Sakit diwakili Direktur RSU dr Tommi Siahaan dengan warga.

Malam itu, antar warga dan pihak Dinkes serta pihak rumah sakit menyepakati agar sementara pasien bisa dirawat di rumah sakit. Selanjutnya Selasa dilakukan rapat bersama Pemkab Toba.

Kepala Dinas Kesehatan Toba dr Juliwan yang hadir pada malam itu menyampaikan, warga tidak perlu khawatir sebab meski yang bersangkutan positif kondisinya masih layak. Tindakan merujuk kata Juliwan belum perlu dilakukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved