Februari 2020, Jumlah Pengangguran di Sumatera Utara Berkurang 69 Ribu Orang

Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja berkurang 87 ribu orang. Sedangkan pengangguran berkurang 69 ribu orang.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat hingga Februari 2020 penduduk usia kerja di Sumatera Utara mencapai 10,13 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut sebanyak 7,29 juta orang merupakan angkatan kerja.

Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi mengatakan jumlah ini turun sebesar 156 ribu orang dibanding Februari 2019.

Dari 7,29 juta orang angkatan kerja, penduduk yang bekerja pada Februari 2020 sekitar 6,95 juta orang.

"Ada yang bekerja penuh sekitar 4,7 juta penduduk, sekitar 1,8 juta pekerja paruh waktu, dan setengah penganggur sekitar 512 ribu penduduk. Sedangkan yang menganggur 345 ribu orang," jelasnya.

Ia mengatakan dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja berkurang 87 ribu orang. Sedangkan pengangguran berkurang 69 ribu orang.

UPDATE Kartu Prakerja - Pemerintah Biayai Pengangguran di Tengah Pandemi Corona sebesar Rp 3,5 Juta

Sejalan dengan turunnya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga turun. Ia mengatakan berdasarkan data empat tahun terakhir angkatan kerja di Sumut selalu mengalami kenaikan. Tapi pada Februari 2020 TPAK tercatat sebesar 72 persen.

"Jumlah ini turun 2,57 poin dibanding tahun lalu. Penurunan TPAK memberikan indikasi adanya penurunan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja," katanya.

Berdasarkan jenis kelamin, dari 72 TPAK di Sumut terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan. Pada Februari 2020, TPAK laki-laki sebesar 82,86 persen sementara TPAK perempuan hanya 61,40 persen.

"Jika dibanding kondisi setahun yang lalu TPAK laki-laki dan perempuan masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,75 poin dan 3,37 poin," katanya.

Ia mengatakan dari sisi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2019 sebesar 5,56 persen turun menjadi 4,73 persen pada Februari 2020. Dilihat dari tempat tinggalnya, TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding di perdesaan," katanya

Syech menjelaskan TPT adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. TPT Pada Februari 2020, TPT di perkotaan sebesar 6,75 persen, sedangkan TPT di perdesaan hanya 2,33 persen.

"Dibanding setahun yang lalu, TPT di perkotaan mengalami penurunan sebesar 1,11 poin dan TPT perdesaan mengalami penurunan sebesar 0,69 poin," pungkasnya. (sep/tri bun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved