Korupsi Dana Desa Rp 737,2 Juta, Kepala Desa Ini Dihukum 3 Tahun Penjara

Perkara ini bermula pada 30 Desember 2016 saksi Sarimala Berutu bersama dengan terdakwa melakukan penarikan uang sebesar Rp 300 juta

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Evendy Apuan Berasa, divonis 3 Tahun oleh Majelis Hakim Ahmad Sayuti 

Korupsi Dana Desa Rp Rp 737,2 Juta, Kepala Desa Ini Dihukum 3 Tahun Penjara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Evendy Apuan Berasa (38) kades Majanggut Pakpakbharat divonis oleh Majelis Hakim Ahmad Sayuti dengan 3 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta dan subsider 3 bulan kurungan, karena telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana desa Majanggut, Pakpakbharat.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Evendy Apuan Berasa dengan tiga tahun penjara dengan denda Rp 50 juta dan subsider 3 bulan kurungan," putus Majelis Hakim Ahmad Sayuti, Selasa(12/5/2020).

Selain itu terdakwa dikenakan beban uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 737,2 juta.

"Terdakwa dibebankan dengan uang pengganti (UP) sebesar Rp 737,2 juta, dengan subsidernya 1 tahun 6 bulan," tambah hakim.

Majelis Hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dawin Sofian Gaja bahwa Evendy terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang - Undang RI Nomor 20 Tahun 2001.

BERITA FOTO Korban Tewas Kapal Tanker Terbakar Bertambah Menjadi 7 Orang, Keluarga Korban Menangis

Viral Munculnya Tangan Misterius Terekam Kamera Melambai dari Peti Mati saat Pemakaman

Diketahui, Evendy dituntut JPU Kejari Dairi itu dengan 3,5 tahun penjara, denda 100 juta, dan subsider 6 bulan.

Terdakwa juga dibebankan dengan uang pengganti sebesar Rp 737,2 juta dengan subsuder 1 tahun 8 bulan.

Diketahui, dalam surat dakwaan JPU, Perkara ini bermula pada 30 Desember 2016 saksi Sarimala Berutu bersama dengan terdakwa melakukan penarikan uang sebesar Rp 300 juta dan dilakukan pemindah bukuan ke rekening terdakwa oleh saksi Helen Tumangger dan saksi Sarimala Berutu dengan membuat kwitansi penyerahan. 

Penarikan Dana Desa Rp 1.022.000.000 Tahun 2017 oleh Bendahara Desa diserahkan langsung dan dikelola sendiri oleh terdakwa dan di antaranya tidak dibuatkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dananya.

Halaman
12
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved