Warga Rela Langgar Protokol Kesehatan Demi BLT

Pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah bikin warga langgar protokol kesehatan

TRIBUN MEDAN/ALIJA
SEJUMLAH warga mengantre BLT di Kantor Pos Pematangsiantar, Senin (11/5/2010). Mereka mengindahkan protokol physical distancing yang diinstruksikan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

SIANTAR,TRIBUN-Pemerintah pusat dan daerah selalu gembar-gembor meminta warganya mematuhi protokol kesehatan demi menghempang penyebaran virus Corona/Covid-19.

Namun, di Siantar, protokol kesehatan itu dilanggar.

Warga rela berdesakan di tengah merebaknya virus corona karena ingin mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dibagi di Kantor Pos Siantar.

Warga Kelurahan di Deliserdang Tunggu BLT Rp 600 Ribu dari Pemerintah

"Dari jam delapan (08.00 WIB) saya sudah mengantre.

Saya bukannya tidak mematuhi imbauan pemerintah," kata boru Simanungkalit, Senin (11/5/2020).

Ia mengatakan, kalaupun pemerintah ingin membagi bantuan di tengah pandemi corona, maka sebaiknya dibuat aturan khusus.

Sehingga, masyarakat itu tidak datang berbondong.

Bantuan Sembako Murah untuk Rakyat Miskin di Dairi Belum Tersalur, BLT Rp 600 Ribu Sabar Dulu

"Sebelum BLT ini dibagikan, Kepling maupun Lurah kan sudah mendata masyarakat.

Harusnya ditanya saja lah, mana warga yang punya rekening.

Jadi uangnya bisa ditransfer," ungkapnya sembari menahan sengatan matahari di kantor pos Jalan Sutomo No.2 Siantar.

GARA-GARA Bansos dan BLT Kepala Desa Jadi Bulan-bulanan Warga, Dinas Sosial Gunakan Data Tahun 2009

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved