Breaking News:

Hakim PN Siantar Tunda Putusan Kurir Ganja 143 Kg yang Dituntut Pidana Mati

Sidang komplotan kurir ganja ini digelar dengan sejumlah berkas terpisah dari masing-masing terdakwa, lantaran memiliki peran yang berbeda-beda.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri Pematangsiantar menyidangkan satu terdakwa kasus ganja seberat 143 Kg. Adapun para terdakwa lainnya akan diputuskan pada sidang yang berlangsung pekan depan. 

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Agenda sidang putusan terhadap sebagian komplotan kurir ganja seberat 143 Kg akhirnya ditunda hingga pekan depan.

Tanda-tanda ditundanya persidangan sudah terlihat sejak awal, mengingat sidang yang direncanakan Rabu (13/5/2020) siang malah molor hingga sore hari.

Sidang komplotan kurir ganja ini digelar dengan sejumlah berkas terpisah dari masing-masing terdakwa, lantaran memiliki peran yang berbeda-beda.

Pada sidang kali ini, satu terdakwa disidang lebih lambat.

Adalah John Freddy Pangaribuan yang disidang dengan agenda tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Christianto dari Kejari Pematangsiantar atas pembelaan terdakwa.

John sendiri dituntut 20 tahun penjara.

"John Freddy ini, perjalanan sidangnya lebih lambat. Karena saya perjuangkan bagaimana dia bisa mendapatkan keadilan," ujar penasihat hukum Erwin SH mengingat kliennya itu justru tidak tahu apa-apa.

Dikatakan Erwin, terdakwa Freddy nggak tahu apa-apa.

Freddy hanya meminjamkan rekening bank-nya untuk teman-temannya bertransaksi narkoba. Itu sebabnya, penasihat hukum berharap Freddy mendapat keadilan.

Usai Dituntut Jaksa Tujuh Tahun Penjara, Terdakwa Kurir Ganja 1 Kg Ingin Lanjutkan Sekolah

"Makanya, saya meminta si Freddy ini dibebaskan. Karena dia nggak tahu rekeningnya dipakai untuk kirim-kirim uang," ujar Erwin.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved