Operasi Ketupat Toba 2020, Polda Sumut Antisipasi Pemudik dan Orang Keluar - Masuk Sumut

Polda Sumut dan jajaran hingga kini terus melaksanakan Operasi Ketupat Toba 2020, meski di tengah pandemi Covid-19.

HO/POLDA SUMUT/Tri bun medan
Kapolda Sumut Irjen pol Martuani Sormin, Rabu (13/5/2020) 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN-Polda Sumut dan jajaran hingga kini terus melaksanakan Operasi Ketupat Toba 2020, meski di tengah pandemi Covid-19.

Dalam operasi Ketupat Toba 2020 ini, pihak kepolisian telah mendirikan 114 pos pengamanan, di mana ada 25 pos Check Poin untuk mengantisipasi pemudik keluar dan masuk di wilayah Sumatera Utara.

Kapolda Sumut Irjen pol Martuani Sormin mengatakan, bahwa Polda Sumut dan Polres jajaran telah menggelar Operasi Ketupat Tobat 2020 dengan mendirikan 114 pos pengamanan di mana ada 25 pos yang merupakan check point untuk mengantisipasi pemudik yang masuk atau keluar dari wilayah Sumut.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk implementasi instruksi Presiden terkait larangan mudik.

"Adapun pos check point tersebut berada di daerah Langkat, Labuhanbatu, Tapanuli Selatan, Padanglawas, Tanahkaro dan Pakpakbharat. Para personel yang bertugas di pos check point tersebut akan memeriksa setiap kendaraan ataupun masyarakat yang masuk ke wilayah Sumut," ujarnya, Rabu (13/5/2020).

Lanjut Kapolda, kendaraan yang melintas akan diberhentikan dan seluruh penumpang diharuskan turun untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan seperti cek suhu tubuh dan kendaraan disemprot cairan disinfektan.

"Apabila tidak memiliki surat bebas Covid-19, maka masyarakat ataupun pemudik diimbau untuk balik kanan ke daerah asalnya masing-masing. Namun, jika ada masyarakat yang tidak menaati maka akan diberikan penindakan sesuai UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dimana apabila ada masyarakat yang melanggar dapat dipidana dengan ancaman 1 tahun penjara," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Irjen Martuani Sormin, bagi masyarakat yang ingin mudik harus memenuhi kriteria yaitu bebas rapid test, menunjukkan negatif dan mendapat surat resmi dengan alasan bepergian yang jelas.

"Untuk pospam yang didirikan tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota di wilayah Sumut. Di mana personel Polda Sumut dibantu back up oleh Kodam I/BB serta pemerintah setempat yaitu Dinas Kesehatan, Satpol PP serta perangkat desa atau lurah," jelasnya.

Untuk para personel yang bertugas di Pos Pam maupun Pos Check Point, dalam melakukan pengecekan tetap mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah yaitu menggunakan APD, masker, sarung tangan dan sepatu serta setiap kendaraan yang melintas akan diberhentikan untuk dilakukan pengecekan dan imbauan untuk selalu gunakan masker dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan.

"Dari hasil pendataan yang dilakukan, bahwa rata-ata setiap hari tidak kurang 600 kendaraan yang diperintahkan kembali karena tidak memenuhi syarat untuk masuk wilayah Sumut. Hal ini juga dilakukan oleh Provinsi Riau, Aceh dan Sumbar apabila ada pemudik dari Sumut yang memasuki wilayah mereka," katanya.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menunda mudik untuk mencegah persebaran virus corona yang masuk ke wilayah kampung halaman kita masing-masing.

Mari bersama-sama kita memutus mata rantai virus corona dengan disiplin dalam menaati anjuran dan protokol kesehatan yang diberikan oleh pemerintah. Bersama kita pasti bisa melawan virus corona," pungkasnya.

(mft/tri bun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved