Alami Defisit Komoditas Bawang Merah, Diseperindag Sumut Bakal Impor dari Jawa Tengah

Hasil produksi petani bawang merah di Sumut belum mampu memenuhi kebutuhan untuk seluruh wilayah Sumatra Utara.

TRIBUN MEDAN/NATALIN
KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara (Sumut), Zonny Waldi. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Sumatera Utara Zonny Waldi menyampaikan bahwa saat ini Sumut masih mengalami defisit untuk komoditas bawang merah.

Akibat kondisi itu membuat harga bawang merah melonjak.

"Tahun lalu bawang putih yang mahal, tahun ini justru bawang merah dari biasa sekitar Rp 30 ribu, saat ini sudah mencapai Rp 60 ribu per kilogram," ujarnya.

Menurut Zoony hasil produksi petani bawang merah di Sumut belum mampu memenuhi kebutuhan untuk seluruh wilayah Sumatra Utara.

Untuk komoditi ini, Sumut masih tergantung dari daerah penghasil yang umumnya didatangkan dari Brebes, Jawa Tengah.
Karena itu untuk mencukupi kebutuhan wilayah Sumut di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya berencana melakukan impor dari daerah lain yang hasil produksi bawang merahnya melimpah.

"Untuk mengatasi ini kami kemarin dengan Dinas Ketahanan pangan dan peternakan sudah memanggil distributor untuk membeli dari Jawa Tengah, dan pemerintah akan mensubsidi untuk jasa angkutan transportasinya. Sehingga harga bisa turun di level Rp 40 an ribu," kata Zonny.

Lebih lanjut kata Zonny, meski Sumut mengalami defisit untuk bawang merah, namun untuk sejumlah komoditas lainnya mengalami surplus.

Disperindag Sumut Pastikan Bahan Pangan Cukup Jelang Lebaran

Secara umum ketersedian stok bahan pokok untuk wilayah Sumut cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini.

"Kebutuhan bahan pokok di Sumut dalam rangka bulan Ramadan dan Idul Fitri (lebaran) secara umum dalam kondisi aman. Bahkan untuk beberapa komoditas kita berlebih," ujarnya.

Zonny mengatakan, beras merupakan salah satu komoditas bahan pokok yang jumlah stoknya berlebih di Sumut. Bahkan Zonny mengatakan stok beras di Sumut cukup hingga 3-4 bulan ke depan.

"Kita punya stok beras kurang lebih 609.384 ton. Sedangkan kebutuhan kita hanya 159.809 ton. Jadi cukup selama 3-4 bulan ke depan," terangnya.

Selain beras, komoditi bahan pangan lainnya yang jumlah stoknya mencukupi adalah daging, khususnya daging sapi.

Bahkan, kata Zonny, Sumut mengalami surplus untuk stok daging ayam, telur dan cabai. Untuk stok daging ayam di Sumut cukup dan mencukupi hingga 1,5 bulan ke depan.

Persediaan Beras, Cabai, Telur, dan Daging Ayam di Sumut Surplus

Sedangkan harga cabai saat ini mengalami penurunan kurang lebih 21 persen dari harga Rp 24900 ribu di bulan April, menjadi rata-rata dikisaran harga Rp 19600 bulan ini. Turunnya harga tersebut disebabkan stok cabai yang jumlahnya cukup banyak.

"Harga dari hari biasa sebelum bulan puasa itu mengalami kenaikan sedikit sebesar Rp 1000 yang biasanya Rp 110 ribu, saat ini rata-rata di Sumut Rp 101 ribu per kilogram. Kalau Stok cabai di Sumut cukup untuk 12 bulan kebutuhan kita. Dalam rangka mendongkrak harga cabai ini, kita sudah tawarkan cabai ini kepada provinsi tetangga kita untuk melakukan pembelian ke Sumut manakala di daerah mereka kurang," katanya.(can/tri bun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved