Dzulmi Eldin Dituntut 7 Tahun, Pengacara Anggap Jaksa KPK Berasumsi dan Dipaksakan

Penasihat hukum terdakwa Tengku Dzulmi Eldin, Wali Kota nonaktif Medan, menilai Jaksa Penuntut Umum KPK Siswandono berasumsi subjektif dalam menuntut

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Junaidi Matondang, penasihat hukum Dzulmi Eldin, memberi keterangan kepada wartawan seusai persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (14/5/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Penasihat hukum terdakwa Tengku Dzulmi Eldin, Wali Kota nonaktif Medan, menilai Jaksa Penuntut Umum KPK Siswandono berasumsi subjektif dalam menyimpulkan tuntutan terhadap kliennya.

Dzulmi Eldin dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, serta pencabutan hak politik selama 5 tahun. Jaksa menilai Dzulmi Eldin terbukti melakukan korupsi.

"Jaksa Penuntut Umum KPK sudah berasumsi subjektif dalam menyimpulkan, karena tadi disebutkannya, tidak mungkin Dzulmi Eldin tidak mengetahui bahwa Syamsul Fitri dan Andika mengutip uang ke kadis-kadis," kata Junaidi Matondang, penasihat hukum Dzulmi, seusai persidangan di ruang Cakra II Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, tuntutan jaksa tidaklah tepat karena hanya mempertimbangkan keterangan saksi Syamsul Fitri dan Andika.

"Dia menuntut terdakwa dengan hanya kesaksian dari Syamsul Fitri dan Andika saja," jelasnya.

Sebab, menurut dia, Andika hanya berasumsi saat memberikan keterangan.

"Andika itu hanya berasumsi saat melihat Syamsul masuk ke ruangan untuk menemui Dzulmi Eldin," katanya.

"Fakta-fakta yang dikatakan Jaksa, itu cenderung dipaksakan. Karena Jaksa mengambil keterangan saksi hanya yang dibilang kalau terdakwa mengutip uang, dan itu diambil dari Syamsul Fitri dan juga Aidil, padahal Aidil juga mengatakan itu adalah asumsi dia," pungkasnya.

Diketahui Dzulmi Eldin dituntut hukuman 7 tahun penjara dan pencabutan hak politik selama 5 tahun.

Jajsa KPK menilai Eldin telah terbukti melakukan permufakatan jahat dengan melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama-sama dengan Syamsul Fitri sebesar Rp 2,1 miliar.

Halaman
12
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved