Penangkapan Geng Motor Ezto di Medan

Ibu Korban Kebringasan Geng Motor di Medan: Kami Pasrah, Berserah kepada Tuhan

Ibu Rico Lumbanraja (16), Boru Siamatupang (55), menangis di Mapolrestabes Medan, Kamis (14/5/2020)

 TRI BUN-MEDAN.com - Ibu Rico Lumbanraja (16), Boru Siamatupang (55), menangis di Mapolrestabes Medan, Kamis (14/5/2020).

Ia bersyukur otak pelaku penganiaya anaknya sudah ditangkap.

Ketiga pelaku adalah pentolan Geng Motor Ezto yakni Fernando Imanuel Sinurat (ketua), Daniel MT Sinurat (adiknya Fernando) dan Jonathan Roya Putra Hutapea.

Boru Simatupang (55) mengaku dirinya sangat sedih dan hancur ketika melihat anaknya sudah tidak bisa hidup normal dan menjadi idiot.

"Kejadian ini setahun yang lalu, betapa hancur hati saya. Ini anak saya satu-satunya laki-laki, masa depannya hancur karena ulah mereka ini. Hati orang tua mana yang rela melihat anaknya terkapar selama sebulan. Kami tidak tahu apa kesalahan dia, tetapi kami sudah pasrah berserah kepada Tuhan sudah divonis dokter akan cacat seumur hidup menjadi idiot dan lumpuh," tuturnya saat konfrensi pers, Kamis (14/5/2020) di Mapolrestabes Medan.

"Tapi saya yakin kalau itu hanya kata dokter, kata Tuhan beda. Sayapun mengucap doa agar anak saya disembuhkan. Dan dia dapat berjalan kembali saya minta dan saya mohon kepada Tuhan. Walaupun saat ini kondisinya tidak dapat berpikir normal, tidak dapat melanjutkan pendidikannya itulah saya kesalkan dan sesalkan," tambahnya.

Boru Simatupang menjelaskan anaknya sudah menjalani 4 kali proses operasi yang biayanya ditanggung keluarga dan dibantu LPSK.

"Sekarang dia sudah tidak normal lagi, kondisinya setelah dipasang batok kepala buatannya ya sudah tertutup. Tetapi memang otaknya sudah terganggu, udah 4 kali dioperasi, operasi pertama kita semua yang biayai. Namun puji syukur pihak LPSK mau membantu untuk yang berikutnya," tuturnya.

Bahkan, yang membuat hatinya lebih hancur setelah melihat rekaman video yang viral orang tua bos geng motor Ezto, Shinta Rumata Simanjuntak yang seperti menyembunyikan keselahan anak-anaknya.

"Satu tahun saya pendam kecewa ini. Malah orang tua beliau ini menyalahkan pihak kepolisian katanya dia tidak menyebutkan apa kesalahan anaknya. Malah menutup-nutupi malah meminta perlindungan kepada Presiden. Jadi saya sangat kecewa melihat itu diviralkan di sosial media. Padahal saya sudah coba melupakannya, tetapi dari kejadian ini, apalagi ibu itu minta diviralkan, saya kecewa cara ibu mendidik anak-anaknya. Bukan menyerahkan kepada pihak kepolisian, bukan malah mendoakan anak-anaknya supaya bertobat dan melakukan hal-hal yang baik," jelasnya dengan meneteskan air mata.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved