News Video

Kepala Desa dan Dusun Geruduk Kantor Camat karena Bansos Rp 600 Ribu dari Kemensos

Sejumlah kepala desa (kades), perangkat desa dan kepala dusun (kadus) menggeruduk Kantor Kecamatan Buntu Pane, Kamis (14/5/2020)

TRI BUN-MEDAN.com - Sejumlah kepala desa (kades), perangkat desa dan kepala dusun (kadus) menggeruduk Kantor Kecamatan Buntu Pane, Kamis (14/5/2020), demi bertemu Camat Eric Yudhistira Nugraha.

Para kades dan kadus ingin mengadukan banyaknya tudingan masyarakat yang menilai mereka tidak adil dalam melakukan pendataan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos.

"Kami kemari sebagai wujud solidaritas kami atas ketidakadilan hak-hak kami sebagai kades, perangkat desa dan kadus. Kami pemerintah desa dan kadus, ke mana harus mengadu atas bola panas dari bantuan Kemensos yang diterima masyarakat, seolah-olah kami yang bersalah," kata Kepala Desa Ambalutu, Heri Kusniadi Kamis.

Ia memastikan pemerintah desa dan kadus tidak mengetahui sama sekali masyarakat yang akhirnya mendapat BST dari Kemensos selama tiga bulan berturut-turut, senilai Rp 600 ribu per bulan.

Terlebih pencairan dananya hanya bisa dilakukan masyarakat melalui PT Pos Indonesia dan Bank BUMN.

"Kondisi itu dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab, mengumpulkan warga meminta kami turun dan menyebut kami sebagai penghianat masyarakat. Kami diserang setelah bantuan Kemensos turun. Kalau itu jadi polemik, silakan bantuan itu dikembalikan. Jangan libatkan kami, ini seakan kami sebagai tumbal," sebutnya.

Camat Buntu Pane, Eric, membenarkan bahwa pemerintah desa dan kadus menjadi pihak yang paling dipersalahkan oleh masyarakat yang tidak mendapatkan BST Kemensos.

Karena kades dan kadus dinilai yang melakukan pendataan langsung ke masyarakat.

"Hari ini mereka menjalankan apa yang menjadi aspirasi, yang menjadi harapan di masyarakat. Hari ini banyak di masyarakat itu, dengan adanya bantuan yang disalurkan pemerintah pusat ke desa langsung, melalui kantor pos tidak tepat sasaran," kata Eric.

Padahal saat proses penginputan ke Kemensos, yang dilakukan perangkat desa bersama dinas sosial, data yang dimasukkan merupakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

(ind/tri bun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved