Persediaan Beras, Cabai, Telur, dan Daging Ayam di Sumut Surplus

Masyarakat diimbau agar jangan panik membeli kebutuhan pokok. Saat berbelanja ke pasar tetap mengindahkan protokol kesehatan.

TRIBUN MEDAN/NATALIN
KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara (Sumut), Zonny Waldi. 

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Saat ini kondisi kebutuhan bahan pokok di Sumatera Utara aman dan cukup bahkan untuk beberapa komoditas berlebih.

"Secara umum saya sampaikan bahwa kebutuhan bahan pokok di Sumatera Utara ini dalam kondisi yang aman, misalnya beras kita punya stok beras tiga hingga empat bulan kedepan," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara (Sumut), Zonny Waldi.

Diakuinya stok beras di Sumut sebanyak 609.384 ton sedangkan kebutuhan per bulan rata-rata 159.809 ton.

Selain itu ia menjelaskan stok daging sapi juga mencukupi dan harganya pun mengalami kenaikan sedikit sebesar Rp1000, yang biasanya Rp110 ribu per kg menjadi Rp111 ribu per kg.

Daging ayam juga di Sumut mengalami surplus, cukup untuk 1,5 bulan kedepan.

Dikatakannya, harga cabai turun sebab banyaknya stok, pada bulan April harga cabai sempat menyentuh angka Rp24.900 dan saat ini sudah mencapai Rp19 ribu, kebutuhan cabai cukup hingga 12 bulan kedepan.

"Guna mendongkrak harga cabai ini kita sudah melakukan video conference (vicon) di bawah Kementerian Perdagangan. Kita sudah tawarkan cabai ini kepada provinsi tetangga untuk melakukan pembelian ke Sumut manakala cabai di daerah mereka kurang," ungkap Zonny.

Tak hanya cabai, telur pun sedang surplus di Sumut. Namun, bawang merah sedang defisit di provinsi ini.

Stok Beras Bulog Sumut 41 Ribu Ton, Cukup Hingga Lima Bulan ke Depan

"Di Sumut, bawang merah belum bisa kita penuhi seluruhnya kita masih tergantung kepada provinsi lain utamanya Jawa Tengah, Brebes harga bawang sudah merangkak naik dari biasa Rp 30 ribu sekarang sudah mencapai Rp60 ribu per kg," katanya.

Ia mengaku untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan
sudah memanggil distributor untuk melakukan pembelian dari Jawa Tengah. Kenaikan harga bawang ini dirasakan di seluruh daerah kecuali Jawa Tengah.

"Kemudian pemerintah memberikan subisidi terhadap jasa angkutan transportasinya dengan demikian dalam waktu dekat kita tempuh sehingga harga bwang merah bisa turun kembali setidak-tidaknya di level Rp 40 ribuan," ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat agar jangan panik membeli kebutuhan pokok. Saat berbelanja ke pasar tetap mengindahkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir dan pengelola pasar agar meningkatkan kebersihan pasar. (nat/tri bun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved