News Video

PAPAN BUNGA UNTUK POLISI DI MEDAN, Terima Kasih Sudah Tangkap Bos Geng Motor Ezto

Tangkap bos Geng Motor Ezto, karangan bunga ucapan terima kasih ke kepolisian berjejer di simpang Jalan Gatot Subroto- Adam Malik Medan.

TRI BUN-MEDAN.COM - Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir, menggelar paparan penangkapan tiga pentolan Geng Motor Ezto di Mapolrestabes, Kamis (14/5/2020).

Ketiganya ditangkap karena menganiaya Rico Lumbanraja (16) hingga kritis pada 23 Maret 2019 lalu.

Setelah paparan penangkapan bos Geng Motor Ezto tersebut, Jumat (15/5/2020), karangan bunga ucapan terima kasih ke kepolisian tampak berjejer di simpang Jalan Gatot Subroto- Adam Malik Medan.

Isi karangan bunga dari masyarakat Kecamatan Helvetia bertuliskan : Terima Kasih Kepada Polrestabes Medan Telah Mengungkap Kasus Pengeroyokan dan Penganiayaan Geng Motor Ezto. Kami Mendukung Polri Menindak Geng Motor.

Ibu Korban Kebringasan Geng Motor di Medan: Kami Pasrah, Berserah kepada Tuhan

Usai Aniaya Remaja Hingga Kritis, Bos Geng Motor Sembunyi 1 Tahun, Akhirnya Dihadiahi Timah Panas

Adapun identitas ketiga pelaku tersebut bernama Fernando Imanuel Sinurat (Ketua), Daniel MT Sinurat (Adik Fernando) dan Jonathan Roya Putra Hutapea.

Sebelumnya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir menjelaskan bahwa pihaknya menangkap pelaku pada 24 April 2020.

"Video pengeroyokan dan pengerusakan ini sempat viral di tahun 2019, kemudian dilakukan penyidikan oleh Satreskrim dan bekerjasama dengan Polsek, 5 tersangka ditangkap. Kemudian, 13 ditetapkan sebagai DPO. Dalam pengembangannya 3 orang DPO ditangkap oleh Polsek Medan Helvetia yaitu Fernando Imanuel Sinurat alias Nando Ketua Geng Motor Esto, adiknya Daniel MT Sinurat dan Jonathan Roy Putra Hutapea," tuturnya saat konferensi pers, Kamis (14/5/2020).

Orang tua Rico Lumbanraja (16), korban pengeroyokan geng motor Ezto, menangis usai ditangkapnya bos geng motor, Kamis (14/5/2020).
Orang tua Rico Lumbanraja (16), korban pengeroyokan geng motor Ezto, menangis usai ditangkapnya bos geng motor, Kamis (14/5/2020). (Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk)

Protes Ibu Pelaku

Video Shinta Rumata Simanjuntak viral, rekaman tersebut sengaja dibuatnya sebagai bentuk protes terhadap aksi penembakan yang dilakukan personel Polsek Helvetia kepada dua anaknya.

"Saya Shinta Rumata Simanjuntak bertempat tinggal di Medan. Ingin menyampaikan keluh kesah saya, bahwa pada tanggal 23 April 2020 yang lalu, Polisi Helvetia telah menembaki dua orang anak saya. Pada kaki kiri dan kanannya, menurut cerita temannya, pada waktu itu, anak saya Fernando dan Daniel Sinurat tidak ada melakukan perlawanan. Tangan mereka sudah diborgol keduanya dan mata mereka sudah ditutup dengan lakban dan dibawa dengan mobil," tuturnya dalam video.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved