Penyaluran Bansos bermasalah, Perangkat Desa Jadi Tersangka Setelah Ketahuan Sunat Bantuan

Penyaluran bansos di Dairi bermasalah, warga protes cuma dapat bantuan Rp 100 ribu

Tribun Medan
Puluhan warga Kelurahan Tuktuk Siadong, Kacamatan Simanindo, Kabupaten Samosir mendatangi Kantor Lurah Tuktuk Siadong karena ada kejanggalan dalam pembagian bansos, pada Kamis (14/05/2020). 

SIDIKALANG,TRIBUN-Penyaluran bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di sejumlah daerah menimbulkan polemik.

Seperti halnya di Desa Buluduri, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi. Warga protes, karena bansos yang disalurkan hanya Rp 100 ribu.

Padahal, dana yang diberikan pemerintah Rp 600 ribu.

MIRIS Warga Terdampak Covid-19 Tak Dapat Bansos, yang Sudah 5 Tahun Pindah Masuk Daftar Penerima?

"Ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait pemotongan dana bansos ini.

Pelaku kami jerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan.

SPDP-nya sudah disampaikan ke kejaksaan," kata Kasubbag Humas Polres Dairi, Iptu Donni Saleh, Kamis (14/5/2020).

Kepala Desa dan Dusun Geruduk Kantor Camat karena Bansos Rp 600 Ribu dari Kemensos

Adapun tersangkanya, lanjut Donni, merupakan perangkat pemerintah Desa Buludiri.

Dia adalah Eni Aritonang. Pelaku dijadikan tersangka berdasarkan laporan Togu Sinaga, warga Desa Buluduri.

"Nomor laporannya LP/147/V/SU/DR/SPK tanggal 13 Mei 2019," ungkap Donni.

Dari keterangan Donni, kisruh penyaluran bansos ini berawal saat Togu Sinaga keluar dari Kantor Pos Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, usai mengambil jatah bantuan miliknya sebesar Rp600 ribu.

Termakan Isu Kasih Data Langsung Cair Dana Bansos Rp 600 Ribu, Ratusan Warga Padati Dinsos Medan

Halaman
1234
Penulis: Dohu Lase
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved