News Video

REKAMAN Petugas Jemput Paksa Warga Positif Covid-19 di Parapat, Ditarik dan Dimasukkan ke Ambulans

Petugas jemput paksa warga yang dinyatakan positif Covid-19 hasil test swab di Kecamatan Sipanganbolon, Parapat

TRI BUN-MEDAN.COM - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Simalungun kembali mendatangi rumah warga yang dinyatakan positif Covid-19 hasil test swab di Kecamatan Sipanganbolon, Parapat, Kabupaten Simalungun, Jumat (15/5/2020).

Malam sebelumnya, petugas gagal mengevakuasi warga karena ada perlawanan dari pihak keluarga.

"Tadi malam gagal, dan hari ini kita jemput lagi meski terjadi penolakan dari keluarga," kata Kapolsek Parapat, AKP Irsol.

Situasi saat Pelaksanaan Rapid Test Massal di Kabupaten Deliserdang

Detik-detik Warga Parapat Tantang Petugas Berkelahi saat Evakuasi Pasien Positif Covid-19

Lebih lanjut, AKP Irsol menyebutkan penjemputan kembali dilakukan sejak pagi.

Namun, karena terjadi penolakan terhadap petugas proses evakuasi terkendala.

Wanita berusia 36 tahun itu baru bisa dibawa petugas sekitar Pukul 12.00 WIB.

"Karena dia positif Covid-19, makanya kita bawa untuk perawatan lebih lanjut ke Batu 20 Simalungun," sebut AKP Irsol.

Camat Girsang Sipangan Bolon, Eva Tambunan, menyampaikan sebelumnya yang bersangkutan sudah sempat diisolasi.

Kemudian yang bersangkutan pulang ke Parapat.

"Setelah sempat pulang dan tiga hari di Parapat dia dijemput lagi," kata Eva Tambunan.

Dari rekaman yang diterima redaksi Tri bun Medan, terlihat perlawanan dari keluarga pasien Covid-19.

Bahkan cacian dilontarkan kepada petugas.

Meski bergitu, petugas akhirnya membawa pasien tersebut dengan cara paksa dan menaikkannya ke ambulans

(jun-tri bun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved