Geng Motor Ezto

BABAK BARU Geng Motor Ezto, Protes Penangkapan Polisi, Tempuh Praperadilan dan Surati Propam Polda

Selain langkah hukum, Keluarga tersangka juga telah menyurati sejumlah instansi dan Propam Polda Sumut untuk memohon keadilan.

TRI BUN MEDAN/Victory Arrival
Inilah ketiga anggota geng motor Ezto yang ditangkap. Ketiganya diperlihatkan petugas saat pemaparan kasus di Polrestabes Medan, Kamis (13/5/2020) 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN -

Kuasa Hukum kedua tersangka pentolan Geng Motor Ezto yakni Fernando Imanuel Sinurat (alias Nando) dan Daniel MT Sinurat (alias anin) bakal menempuh jalur praperadilan (prapid).

Perwakilan Kuasa hukum, Fery Tambunan MH mengatakan masih bingung apakah penangkapan dua kliennya murni terkait pasal 170 dan 351 KUHP seperti yang dituduhkan atau hanya sweeping terkait imbauan Kapolri tentang dilarangnya berkumpul-kumpul.

"Upaya hukum pasti ada. Sudah jelas terkait dengan penangkapan, penahanan, penembakan tersangka, sama-sama kita akan uji. Apakah mereka (petugas) melakukan ini sesuai prosedur (SOP), Undang-undang, sesuai hukum acara, Perkap atau tidak. Itu akan kita uji di Praperadilan nanti. Tapi untuk saat ini kami belum bisa beberkan. Sama-sama kita menunggu," ujarnya, Sabtu (16/5/2020).

Sebelumnya, Kuasa hukum para tersangka menilai apa yang dikatakan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir bahwa kasus ini adalah penangkapan dengan disertai tindakan tegas dan terukur menurutnya sangat membingungkan.

2 Kali Beraksi, Polrestabes Medan Ungkap Kronologi 4 Kurir Bawa 240 Kg Ganja dari Aceh ke Medan

Pihak kuasa hukum juga mempertanyakan apakah tindakan tegas dilakukan di lokasi atau tidak.

Sedangkan pada saat terjadi penangkapan, Fernando dan kawan-kawannya tengah berkumpul dan dari keterangan klien tidak ada surat penangkapan.

"Kami juga sudah tonton video viral klarifikasi bapak Kapolrestabes Medan. Kami agak bingung, karena dari alur cerita yang disampaikan klien dan ibu klien kami, mereka sedang berkumpul. Terus polisi datang, dan ada beberapa oknum polisi melakukan sweeping, kalau kami lihat bukan murni penangkapan. Karena yang ditangkap terkait covid dan imbauan Kapolri bukan terkait pasal 170. Bukan 1-2 orang, mereka ada sekitar 30 orang ditangkap dan dibawa ke Polsek Helvetia," terangnya.

Lebih lanjut kata Fery, selain langkah hukum, pihak keluarga tersangka juga telah menyurati sejumlah instansi dan Propam Polda Sumut untuk memohon keadilan.

Menurutnya sebagai penegak hukum, kepolisian seharusnya tentu bekerja sesuai undang-undang yang berlaku.

Halaman
123
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved