Pengedar Ganja Antar Provinsi Diringkus

BREAKING NEWS: Polrestabes Medan Ringkus Pengedar Ganja Antarprovinsi, Barang Bukti 240 Kg Ganja

Ganja kering tersebut dibungkus selotip cokelat dengan ratusan paket per 1 kg, ganja-ganja tersebut dibuat di dalam karung.

TRI BUN MEDAN/Victory Arrival
Polrestabes Medan merilis pengungkapan peredaran ganja 240 kg dari Aceh ke Medan dan menangkap 4 pelaku, Sabtu (16/5/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Satres Narkoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap sindikat pengedar  ganja antar provinsi (Aceh - Medan) dengan barang bukti 240 kg (ganja kering), Sabtu (16/5/2020).  

Polisi berhasil menangkap 4 pelaku yaitu MR (47) warga Sei Sikambing, Medan Petisah, NG (45) warga Sei Putih Tengah, Medan Petisah, US (54) warga Sei Putih Timur, Medan Petisah, SR (59) warga Rantau Utara, Labuhan Batu.

Amatan Tri bun-medan.com, ganja kering tersebut dibungkus dengan selotip cokelat dengan ratusan paket per 1 kg, ganja-ganja tersebut dibuat di dalam karung.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir menyebutkan bahwa ganja kering tersebut akan dikirimkan dari Aceh ke Medan sekitarnya.

"Satres Narkoba Polrestabes Medan berhasil melakukan penyeledikan yang berujung kepada pengungkapan Jaringan perdagangan narkotika golongan 1 ganja dari Aceh yang akan diberangkatkan ke Kota Medan sekitarnya. Dari hasil penyelidikan ada 4 tersangka yang bisa dilakukan penangkapan, dimana berhasil diamankan barang bukti sebanyak 240 kg ganja," tuturnya saat konfrensi pers di Mapolrestabes Medan, Sabtu (16/5/2020).

Kronologi kejadian, dijelaskan Isir awalnya pada 15 Mei 2020 sekitar pukul 17.00 WIB, Satres Narkoba telah melakukan penangkapan terhadap keempat pelaku di Jalan Gatot Subroto No 21.A Kelurahan Sei Sikambing D, Medan Petisah.

"Barang tersebut ditemukan dari kamar rumah tersangka MR. Oleh tersangka menerangkan bahwa daun ganja kering tersebut didapat dari tersangka DPO berinisial IO yang berada di Belang Kejeren Aceh Tenggara," ungkapnya.

Tersangka MR mendapatkan ganja tersebut seharga Rp 600 ribu per kilogramnya.

"Dan tersangka MR menjual kembali seharga Rp 1 juta per kilogramnya," jelas Isir.

(vic/tri bunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved