News Video
GEGER Diduga Boneka, Warga Temukan Jasad Bayi Laki-laki Tersangkut di Tumpukan Ranting Kayu
Warga Sungai Silo Asahan dikejutkan dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki, pada Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 11.30 WIB.
GEGER Diduga Boneka, Warga Temukan Jasad Bayi Laki-laki Tersangkut di Tumpukan Ranting Kayu
TRI BUN-MEDAN.com, KISARAN - Warga di sekitar pinggir aliran Sungai Silo, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, Asahan dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad bayi berjenis kelamin laki-laki, pada Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 11.30 WIB.
Seorang saksi mata, Ipung (37) warga Dusun I, Sei Renggas menyebutkan penemuan itu berawal ketika air Sungai Silo naik dan melihat dari kejauhan batang kayu hanyut, hendak melintasi dihadapan mereka.
Saat akan mengambil batang kayu tersebut, Ipung melihat sesosok benda yang awalnya ia duga merupakan sebuah boneka.
Benda seperti boneka itu tersangkut ditumpukan ranting kayu yang berada di pinggir Sungai Silo.
"Abang ku ini lagi bolo (perbaiki) becak cucunya. Jadi aku sama anak ku, tengok lah ke belakang, tengok di tekongan sana, ke sungai ada balok (batang kayu) yang besar," kata Ipung, Sabtu.
"Jadi ku panggil abang ku, dikirang bambu. Pas turun mau ngecek, ada nampak ku kayak boneka, tapi karena penasaran balek lagi lah aku dari sana, ku dekati boneka apa bukan. Kayaknya orang," sambungnya.
Penasaran, kata Ipung, lantas ia memanggil abangnya untuk bersama-sama memastikan benda yang ia temukan.
Sebab, benda yang ia duga merupakan bayi, kondisinya dalam keadaan tertelungkup dan bewarna putih pucat.
"Jadi ku panggil abang ku. Sekali, dua kali tiga kali, baru dia ke mari. cak abang pastikan ini anak bayi apa boneka. Pas di lihat abang ku ternyata bayi," ungkapnya.
Disinggung mengenai kemungkinan bayi tersebut dibuang oleh warga sekitar tempat tinggal mereka, Ipung menampik, sebab tak ada jiran tetangga mereka yang sedang hamil maupun kehilangan anak.
"Tidak ada warga sini yang kehilangan bayi atau hamil," ujarnya.
Terpisah, salah seorang dokter RSUD H Abdul Manan Simatupang, Eka Wilda Sari memperkirakan bayi yang ditemukan tersebut berusia baru tujuh hari.
Untuk memastikan penyebab kematian bayi itu, maka jasadnya dibawa ke RSUD Djasemen Saragih, Pematang Siantar.
"Kalau dilihat dari pusar, bayi ini masih tujuh hari. Mayat bayinya dibawa ke RSUD Djasemen Saragih untuk diautopsi," tutup Eka.
(ind/tribun-medan.com)