Erdina Boru Sihombing Rekayasa Kasus Begal, Kepling II Tegal Sari III Medan Area Terkejut

Erdina Boru Sihombing adalah seorang pedagang yang harus pergi ke pasar pada pagi hari, sehingga susah ditemui.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
Kepling II, Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Irfan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengungkapan kasus Erdina Boru Sihombing yang menyebutkan bahwa dirinya sendiri yang memotong jarinya membuat Kepling II, Tegal Sari III, kecamastan Medan Area, Irfan, terkejut.

Irfan mengatakan, dirinya mengetahui info terkait Erdina Boru Sihombing tersebut berasal dari media.

Awalnya, dia merasa bahwa kasus begal yang menimpa Erdina Boru Sihombing masuk dalam kategori parah.

Pasalnya, tangan korban terputus.

"Saya pertama kali dapat info itu kan dari media, saya kan kebetulan aktif di medsos. Aku heran juga bahwa ada kasus, mungkin yang agak parahlah ya, sampai jari diputusin. Kan ada juga Polri yang datang, kita berharap cepatlah dapat pelakunya kan gitu," sambungnya.

Mendengar hal tersebut, Irfan langsung berharap agar pelakunya langsung diringkus dan ditindak oleh petugas.

"Dalam hati, biarlah pihak keamanan yang bertindak, enggak ada kepikiran yang aneh-aneh, kasus begal itu kan sudah terlalu seringlah tapi kan terlalu sering di kampung kita ini," katanya.

Menurut penuturan Kepling, Erdina Boru Sihombing belum begitu lama tinggal di lingkungan tersebut atau belum lebih dari setahun.

"Enggak lamalah ya, dia kan barulah di sini. Kayaknya nggak sampai setahunlah. Paling enam bulan lewat gitulah. Dia enggak pernah menyampaikan identitasnya gitu," sambungnya.

Dari Pantauannya, Erdina Boru Sihombing adalah seorang pedagang yang harus pergi ke pasar pada pagi hari, sehingga susah ditemui.

Halaman
12
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved