Breaking News:

Ramadhan 2020

Jalani 2 tahun Ramadan di Filipina, Abrorri Rindu Sambal Buatan Eyang

RAMADAN tahun ini menjadi yang kedua kalinya Abrorri menjalankan puasa jauh dari keluarga.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Juang Naibaho
HO
Abrorri Rasharenda berfoto di Manila, Filipina. 

RAMADAN tahun ini menjadi yang kedua kalinya Abrorri menjalankan puasa jauh dari keluarga.

Abrorri, yang kini sedang menyelesaikan studinya di sebuah universitas di Filipina, harus menahan rasa rindunya dengan suasana Ramadan di rumah bersama keluarga.

Merasakan masakan Indonesia yang biasa ia temui di rumah menjadi pemantik rasa rindu bagi Abrorri. Apalagi menyantap sambal buatan Eyang (nenek).

Menurut dia, sambal buatan sang eyang punya rasa khas dan biasanya sering dibuat saat momen Ramadan.

"Sudah dua tahun di sini yang paling dirindukan sambal buatan Eyang ibu (nenek), karena rasanya enak dan khas gitu, enggak bisa ditemui di sini (Filipina)," ujar pria dengan nama lengkap Abrori Rasharenda saat diwawancarai melalui aplikasi whatsapp, Minggu (17/5/2020).

Abrorri menceritakan bahwa meskipun tidak terpaut perbedaan waktu yang sangat jauh dengan Indonesia, suasana Ramadan di Filipina cukup berbeda.

Hal ini karena mayoritas penduduk di Filipina beragama Katolik sehingga momen Ramadan tidak begitu terasa.

Terlebih diterangkan Abrorri, sedikit sulit untuk menemukan penjual makanan yang memiliki logo halal.

"Suasana Ramadan di Filipina sebenarnya hampir sama layaknya umat muslim menjalankan puasa di seluruh negara, ya karena mayoritas penduduk di sini adalah beragama Katholik, jadi sulit mencari restoran yang berlogo Halal," katanya.

Menyiasati hal tersebut, Abrorri mengatakan bahwa kebanyakan umat muslim di Filipina lebih memilih untuk membeli bahan masak di supermarket yang letaknya tidak begitu jauh dari pusat kota.

"Karena hal tersebut biasanya umat muslim dan pelajar di sini lebih memilih untuk berbelanja bahan masakan di supermarket. Karena lebih gampang menemukan logo halal di kemasannya. Sementara kalau untuk sahur dan berbuka beberapa di antara umat muslim di sini biasanya masak atau beli fast food atau restoran yang halal untuk daerah metro Manila," ujarnya.

Sementara untuk sahur dan berbuka, sebelum masa pandemi Abrorri mengaku sering memasak makanan bersama dengan teman-temannya. Masakan tersebut bervariasi mulai dari masakan Cina hingga Amerika.

"Kalau tahun lalu saya dan teman-teman Filipina maupun yang foreigner memasak bersama masakan-masakan dari berbagai negara. Kami biasanya sharing resep masakan, ada yang memasak masakan Cina, Amerika, ataupun Filipina," tutur Abrorri.

Di masjid yang ada di pusat kota di Filipina, terang Abrorri, biasanya terdapat tradisi sahur bersama dan berbuka bersama. Kegiatan ini biasanya dilakukan selama satu minggu sekali setiap akhir pekan di bulan Ramadan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved