Warga Kecewa Pasar Murah di Medan

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut Pastikan Pasar Murah Akan Lebih Tertib

Wabah Covid-19 yang berkepanjangan membuat keadaan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) semakin sulit, baik secara ekonomi dan juga sosial.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
SUASANA antrean warga yang menunggu giliran pembelian sembako di Pasar Murah UMKM di Gedung Serbaguna Pancing, Jalan Williem Iskandar, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Minggu (17/5/2020). 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Wabah Covid-19 yang berkepanjangan membuat keadaan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) semakin sulit, baik secara ekonomi dan juga sosial.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut mengadakan pasar murah guna meringankan beban masyarakat.

Pasar murah digelar di empat titik lokasi, yaitu lapangan terbang eks Polonia, Batalion Zeni Tempur 1, Rumah Dinas Walikota Binjai dan Gedung Serbaguna Pancing.

Pada tiap lokasi, Dinas Koperasi dan UMKM Sumut menyiapkan 600 paket sembako yang bisa dibeli dengan harga murah oleh masyarakat.

Pasar murah ini dilaksanakan Minggu (17/5) hingga Kamis (21/5) atau selama lima hari.

“Hari ini merupakan hari pertama kita melakukan pasar murah dan antusias masyarakat begitu luar biasa di empat titik. Kita menyiapkan 600 paket per titik, tetapi dalam prosesnya harus ada yang dilebihkan karena banyaknya masyarakat yang datang,” kata Plt Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Sumut Haikal saat diwawancarai juru bicara GTPP Covid-19 Sumut Whiko Irwan saat live streaming update kasus Covid-19 Sumut, Minggu (17/5).

Total ada 12.000 paket yang disiapkan Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan mitra-mitra untuk pasar murah ini. Kegiatan ini bertujuan selain membantu masyarakat, gugus tugas juga ingin membantu UMKM yang kesulitan pada saat ini.

“Kami menyiapkan 12.000 paket sembako yang akan dilepas dengan harga murah kepada masyarakat selama lima hari. Ini hari pertama, jadi mungkin masih ada beberapa masalah yang kami hadapi di lapangan,” tambah Haikal.

Masalah yang terjadi di lapangan adalah masyarakat mengabaikan protokol kesehatan saat mengantre.

Haikal mengaku berbagai cara dilakukan petugas agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan, tetapi tidak digubris karena banyaknya masyarakat yang datang.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved