Warga Kecewa Pasar Murah di Medan

Pasar Murah KUMKM Sebenarnya Dikhususkan Bagi Pelaku UKM

Walaupun bukan pelaku UKM yang datang, pihak KUKM akhirnya memberikan pelayanan sehingga kuota yang disiapkan dalam satu hari langsung habis.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
PLT Kadis Koperasi dan UKM Sumut, Haikal Amal 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Haikal Amal mengatakan, pasar murah KUMKM yang dilakanakan oleh Pemprov Sumut  sebenarnya ditujukan khusus bagi pelaku UKM.

Namun faktanya di lapangan,  warga yang datang bukan hanya pelaku UKM saja, namun masyarakat yang bukan pelaku UKM juga ikut mendatangi lokasi Gedung Serbaguna tersebut.

Walaupun bukan pelaku UKM yang datang, pihak KUKM akhirnya memberikan pelayanan sehingga kuota yang disiapkan dalam satu hari langsung habis.

"Kami kan sebagai pelaku Koperasi dan UKM, telah memberikan informasi kepada pelaku komunitas UKM ternyata ada masyarakat lain. Kami juga kan enggak bisa menutup dampak Covid ini. Akhirnya bercampur baurlah antara masyarakat dan pelaku UKM. Kalau pelaku UKM sudah kita sampaikan sebelumnya," lanjutnya.

Terkait kerumunan dan jumlah stok yang cepat habis, kata Haikal, maka pihak KUKM akan segera melakukan evaluasi.

"Maka malam ini kita evaluasi. Pertama kalau mengganggu protokol kesehatan, sangat amat mohon maaf, kami akan tutup karena hasil evaluasi kami," terangnya.

Dalam pasar murah ini, pihak KUKM juga mempertimbangkan sisi kesehatan dengan mengindahkan protokol kesehatan.

Pasalnya, pasar murah ini bukan sekadar berjualan sembako dengan harga murah, namun harus berjalan dengan koridor protokol kesehatan yang sudah disampaikan pemerintah.

"Karena kami harus menjaga kesehatan,kami mau mengedukasi, bukan mau menjual dengan harga murah. Tapi kalau nanti ini bisa diatur physical distancingnya, tidak membentuk kerumunan, welcome, kami akan turun untuk meneruskan sampai tanggal 21," ujarnya.

Oleh karean itu, mereka akan tetap lakukan evaluasi agar lancar di kemudian hari.

Warga Berdesakan di Pasar Murah, Kepala Dinas KUMKM Sumut Minta Maaf

"Tentunya pada saat ini, kami belum bisa mengevaluasi karena sibuknya mihat suasana masyarakat yang harus kami respon, maka nanti malam akan kami evaluasi ke depan apakah kita lanjut atau kita berhentikan," sambungnya.

Informasi awal sudah mereka sampaikan kepada komunitas-komunitas UKM, namun masyarakat yang bukan pelaku UKM juga datang.

Dia menyampaikan bahwa pihaknya tidak sanggup untuk memulangkan dan hal itulah yang menjadi dilema bagi mereka.

"Pertama, kami memberikan informasinya kepada UKM, tapi kami juga tidak membatasi jika masyarakat dari UKM lain datang. Kalau kami koordinasikan dengan pihak kecamatan, bisa saja terjadi doble kupon. Kan kalau gini, petugas kan nampak," sambungnya.

"Nah itulah awalnya, infonya kepada masyarakat pelaku UKM agar membeli produk yang dari koperasi UKM kita ini. Itu awalnya. Tapi, setelah itu masyarakat juga ingin membeli, kami juga tidak menutup karena masyarakat juga kan terdampak Covid-19," pungkasnya. (cr3/tri bun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved