Asita Bagikan Sembako kepada Sopir dan Kernet

Diakuinya, acara ini sebagai bentuk rasa empati Asita kepada sopir dan kernet angkutan wisata dan karyawan perusahaan anggota Asita Sumut

Tribun Medan/HO
Kegiatan "Asita Berbagi" dengan membagikan sembako kepada sopir dan kernet angkutan wisata dan karyawan perusahaan anggota Asita Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Asita (Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies) Sumatera Utara melaksanakan kegiatan "Asita Berbagi" dengan membagikan sembako kepada sopir dan kernet angkutan wisata dan karyawan perusahaan anggota Asita Sumut, Senin (18/5/2020).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asita Sumut, Solahuddin Nasution mengatakan, pembagian sembako tetap memperhatikan protokol Covid-19 dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan menyiapkan hand sanitizer. Untuk menghindari kerumunan acara dibuat tiga gelombang bertempat di ballroom restoran Lucky King Jalan Thamrin Medan.

Sumut Siaga Virus Corona, Pariwisata Ditutup Sementara 14 Hari, Gubernur Edy Bilang Gak Lock Down

Diakuinya, acara ini sebagai bentuk rasa empati Asita kepada sopir dan kernet angkutan wisata dan karyawan perusahaan anggota Asita Sumut di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang menimpa dunia usaha perjalanan wisata.

"Semoga dapat sedikit meringankan beban para sopir angkutan wisata dan karyawan yang belakangan ini sudah banyak dirumahkan, menunggu keadaan normal kembali," ucap Solahuddin.
Acara ini dihadiri para pengurus Asita Sumut yakni CHJ Gultom, Adil Anwar (Wakil Ketua) dan pengurus lainnya yakni Joe Nasroen, Ie Ie Joelaika, Juliana Tan, Soehady Aris, Muhd Nur, Surya Salim, dan pengurus lainnya.

Kata Solahuddin, perusahaan perjalanan wisata (tour and travel) termasuk yang pertama dan paling awal mengalami dampak Covid-19, terhitung mulai Bulan Februari 2020 biro perjalanan sudah mengalami pukulan telak dari Covid-19 ini. Dan diperkirakan biro perjalanan termasuk yang akan belakangan nanti recovery setelah new normal.

"Kondisi biro perjalanan sekarang ini sudah "zero income", kalau bisa bertahan satu dua bulan ke depan dengan segala macam cara, syukur alhamdulillah," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, sangat diharapkan bantuan pemerintah berupa stimulus atau bentuk perhatian serius dari pemerintah untuk bertahan karena perusahaan biro perjalanan selama ini merupakan ujung tombak di bidang pariwisata untuk mendatangkan wisatawan ke Indonesia.
"Sampai hari ini, Asita Sumut belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah, baik pusat mau pun daerah di tengah-tengah kondisi pandemi yang sangat berat ini,"ujarnya.

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved