Eks Kiper PSMS, Nasirin Terjerat Kasus Narkoba, Manajemen Rencanakan Sidak Tes Urine Bagi Pemain

Berita tertangkapnya eks kiper PSMS Medan M Choirun Nasirin terkait kasus narkotika jenis sabu membuat kaget banyak pihak

Tribun-Medan.com/Chandra Simarmata
Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berita tertangkapnya eks kiper PSMS Medan M Choirun Nasirin terkait kasus narkotika jenis sabu mengejutkan banyak pihak, tak terkecuali manajemen tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Sebelumnya, mantan penjaga gawang PSMS di Liga 2 2019 lalu ini tertangkap dalam kasus peredaran narkoba di Sidoarjo, Jawa Timur.

Nasirin yang saat ini juga membela klub Liga 2, PS Hizbul Wathan (PSHW) ditangkap bersama dua aktor lapangan hijau lainnya, yakni eks Persela Lamongan Eko Susan Indarto dan eks Ketua Askot Jakarta Utara Dedi A Manik.

Ketiganya digerebek di hotel kawasan Sedati Sidoarjo pada Minggu (17/5/2020) siang WIB dengan barang bukti obat terlarang seberat kurang lebih 5 kilogram.

Penjaga gawang PSMS Medan Nasirin berusaha menangkap bola saat mengikuti latihan di Stadiion Mini Kebun Bunga, Medan, Selasa (30/7/2019). Jelang menjamu Sriwijaya FC, PSMS Medan optimis meraih poin penuh di Stadion Teladan, Kamis (1/8).
Mantan penjaga gawang PSMS Medan Nasirin, saat mengikuti latihan di Stadion Mini Kebun Bunga, Medan, Selasa (30/7/2019). (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Medan, Julius Raja mengaku turut menyesalkan perbuatkan yang dilakukan Nasirin.

Dia tak menyangka Nasirin bisa terjerumus ke lembah hitam barang haram narkotika.

"Kita menyesalkan lah ya walaupun dia tidak lagi menjadi pemain PSMS . Artinya apapun ceritanya nama mantan PSMS tetap melekat. Tadi di grup bola kami juga katanya pak king itu mantan pemain PSMS tahun lalu katanya gitu," ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2020) malam.

Julius mengatakan apa yang dilakukan Nasirin merupakan tanggungjawab pribadi. Namun pria yang akrab disapa king ini mengaku sangat heran Nasirin bisa berbuat sejauh itu. Apalagi dirinya merupakan seorang pesepakbola profesional.

"Dia kan pesepakbola dan dia double kasus pula, diduga pemakai sekaligus pengedar. Jadi sangat kita sayangkan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved