Philep Khawatirkan Kebugaran Pemain PSMS: Mulai dari Nol Lagi

Pelatih PSMS Philep Hansen mengkhawatirkan kondisi para pemain selama pandemi Covid- 19.

TRIBUN-MEDAN.com/Ilham Fazrir Harahap
Pelatih PSMS Philep Hansen 

TRIBUN-MEDAN.com - Pelatih PSMS Philep Hansen mengkhawatirkan kondisi para pemain selama pandemi Covid- 19. 

Ia menduga kondisi fisik anak asuhnya sudah jauh dari titik puncak karena telah libur selama dua bulan. 

"Semangat untuk melanjutkan kompetisi pun bakal berkurang. Mau tak mau, tugas kami memperbaiki kebugaran pemain pun mulai dari nol lagi," katanya, Minggu (17/5/2020).

Pelatih asal Riau ini mengatakan, meskipun para pemain diminta untuk latihan mandiri, namun ia pesimistis hasilnya optimal.

"Semua pemain sudah nge-drop. Walaupun dia latihan pribadi di rumah itu beda. Sangat berbeda latihan di rumah dengan latihan bareng tim," ungkapnya.

Philep pun nampaknya masih sulit menerima kemungkinan Liga 2 musim 2020 akan dihentikan total. Ini terutama karena pada awal musim PSMS telah menyusun materi pemain dan persiapan lainnya dengan cukup matang. Hasilnya, pada laga perdana melawan AA Tiga Naga, PSMS menang.

"Terus terang saya sangat kecewa kalau sampai kompetisi musim ini dihentikan.  Dari awal sekali kita sudah lakukan persiapan sebelum kick off kompetisi. Semua sudah kita lalui, mulai dari uji coba dengan tim-tim luar negeri, tes fisik pemain dan sebagainya. Artinya rugi sekali dengan itu," ujarnya. 

"Pada laga perdana kita juga sudah menang. Dengan kondisi kemarin sempat tertinggal dan bermain sepuluh orang, tapi kita bisa menang. Saya melihat di situ semangat anak-anak pantang menyerah. Kalau kemarin kompetisi dilanjutkan, saya yakin bisa menang seterusnya," tambahnya.

PSSI memutuskan kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 masih berpedoman pada keputusan pemerintah terkait penanganan wabah Covid-19.  Artinya klub-klub masih menunggu sampai 29 Mei mendatang untuk keputusan lanjut atau tidaknya kompetisi musim ini. Philep Hansen juga mengungkapkan simpatinya terhadap pemain yang merasakan dampak kompetisi terhenti. 

"Sebenarnya, kasihan juga dengan pemain yang enggak kerja, yang cuma mencari nafkah dari sepak bola. Kalau seperti Rohim dan Legimin, mereka kan sudah kerja. Nah yang enggak kerja tabungannya juga lama-lama kan menipis. Apalagi yang kena potong gajinya tinggal 25 persen," ungkapnya. 

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved