News Video

SEJARAH Masjid Jamik Silalas Sei Deli, Masjid Tua di Kota Medan Sudah Ada Sejak 1800-an

Masjid Jamik Silalas sudah ada sekitar akhir 1800-an, dengan bentuk bangunan seadanya berbahan kayu dan tepas.

Sejarah Masjid Jamik Silalas Sei Deli, Masjid Tua di Kota Medan Sudah Ada Sejak 1800-an

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Tidak sama seperti masjid-masjid tua di Kota Medan, keberadaan Masjid Jamik yang berada di Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat ini tak begitu diperhatikan.

Meskipun berada di tengah kota dan tepat di tepi Sungai Deli yang melintas di bawah jembatan Silalas, tak banyak literatur yang menjelaskan keberadaan Masjid ini.

Berdasarkan keterangan Imam Rawatib Masjid Jamik Silalas, Suheri mengatakan bahwa Masjid ini sudah ada sekitar akhir 1800-an, dengan bentuk bangunan seadanya berbahan kayu dan tepas.

"Jadi dari cerita-cerita orang-orang tua dan pendahulu kami, masjid ini sudah ada antara sekitar pertengahan atau akhir tahun 1800-an," kata Suheri saat ditemui Tribun Medan, Senin (18/5/2020).

"Dulu bangunannya belum permanen seperti ini. Pada tahun 1930 dilakukan renovasi hingga menjadi bangunan yang baru dan permanen seperti ini," sambungnya.

Dikatakannya, berdasarkan bentuk bangunan, arsitektur Masjid Jamik mengikuti gaya arsitektur Belanda.

"Arsitektur nya orang Belanda, makanya kalau kita lihat bentuk jendelanya ini mirip bentuk jendela gereja," katanya.

Suheri mengatakan bahwa keberadaan Masjid Jamik merupakan bukti kebersamaan masyarakat di Kelurahan Silalas yang pada saat itu masih merupakan kampung Silalas.

"Letak Masjid ini kan di pinggir sungai, dulu Sungai Deli ini masih menjadi sumber penghidupan masyarakat. Ini letaknya dekat dengan pemukiman warga, karena seperti yang kita tahu, Kampung Silalas merupakan kampung yang tua di Medan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: M.Andimaz Kahfi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved