Triwulan I, Dana Pihak Ketiga Perbankan di Sumut Tumbuh 8,1 Persen

Peningkatan pertumbuhan didorong oleh akselerasi pada deposito, sementara tabungan dan giro melambat.

Tribun Medan/Septrina Ayu
Kepala Perwaklan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut), Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sumatera Utara tercatat meningkat.

Pada triwulan I 2020, DPK Perbankan tumbuh 8,1% (yoy), lebih tinggi dari triwulan IV 2019 yang tercatat 6,9% (yoy).

Ia mengatakan, peningkatan pertumbuhan didorong oleh akselerasi pada deposito, sementara tabungan dan giro melambat.

Berdasarkan kepemilikannya, DPK Pemerintah dan perseorangan tumbuh meningkat.

"Namun, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat menurun karena peningkatan kredit diiringi dengan peningkatan DPK yang cukup tinggi," katanya.

Wiwiek mengatakan pertumbuhan DPK yang cukup tinggi ini mengindikasikan adanya perbaikan penghasilan serta preferensi masyarakat untuk menabung untuk motif berjaga-jaga (precautionary) meningkat.

"Di satu sisi, Non Performing Loan menurun terutama untuk investasi dan konsumsi. Pada 2020, kredit diperkirakan masih akan tumbuh single digit. Kredit pada 2020 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 6-8%, menurun dibandingkan proyeksi sebelumnya pada kisaran 9-11% sejalan dengan revisi pertumbuhan ekonomi 2020," ujarnya.

Dana Pihak Ketiga di Bank Syariah Mandiri Regional I/Medan Tumbuh Signifikan 

Dari sisi kinerja perbankan pada triwulan I 2020 meningkat dibandingkan triwulan IV 2019, bersumber dari peningkatan Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Konsumsi (KK). Ia mengatakan penyaluran kredit Sumut pada Maret 2020 mencapai Rp224,9 triliun (7,4%,yoy).

Pada Desember 2019, penyaluran kredit Sumut mencapai Rp226,0 triliun (2,2%,yoy). KMK tercatat meningkat ditopang oleh kredit Pertanian dan Industri sedangkan KI menurun dipengaruhi oleh kredit PBE, Konstruksi, dan Pertanian.

"Triwulan I 2020, pertumbuhan kredit korporasi tercatat 6,5% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya didorong oleh penyaluran kredit investasi dan secara sektoral bersumber dari kenaikan kredit korporasi pada bidang usaha Industri Pengolahan, PBE, dan Pertanian. Kinerja penyaluran kredit rumah tangga juga membaik (9,3%,yoy) dibandingkan triwulan IV 2019 (3,4%,yoy), terutama didorong oleh peningkatan Kredit Multiguna. Sementara, KPR dan KKB melambat," katanya.

Sedangkan dari sisi kinerja Kredit Usaha Rakyat (KUR), total realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai dengan 31 Maret 2020 sebesar Rp527,79 triliun dengan outstanding Rp174,13 triliun dan NPL 1,17%.

BRI Targetkan Dana Pihak Ketiga Sebesar 20 Persen

Penyaluran KUR tahun 2020, sampai dengan 31 Maret 2020 sudah mencapai Rp54 triliun (28,44% dari target tahun 2020 sebesar Rp190 triliun).

Dikatakannya penyaluran KUR masih didominasi untuk skema KUR Mikro (63,67%) diikuti dengan skema KUR Kecil (35,9%) dan KUR TKI (0,42%). Kinerja ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha kecil.

Porsi penyaluran KUR sektor produksi (pertanian, perikanan, industri, konstruksi, pariwisata dan jasa-jasa) dari 1 Januari 2020 sampai dengan 31 Maret 2020 sebesar 57,28%, sehingga masih di bawah target sebesar 60%.

"Di Sumut, outstanding penyaluran KUR saat ini mencapai Rp2,34 triliun di sepanjang 2020. NPL KUR di Sumut hingga periode Maret 2020 juga masih relatif terjaga. Di sisi lain, mayoritas KUR di Sumut disalurkan pada sektor Perdagangan, Pertanian, dan Industri Pengolahan," pungkasnya. (sep/tri bun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved