Polemik Bansos di Sumut

Awas Diciduk Polisi, Penyeleweng Dana Bansos Covid-19, Polda Sumut Kantongi Nama dari 5 Daerah

Beberapa wilayah yang sudah kami telusuri. Kami sedang kumpulkan data apakah benar terjadi tindak pidana korupsi

TRI BUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, telah mengantongi daerah mana saja yang diduga melakukan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara.

Hal tersebut merupakan tindaklanjut dari pihak kepolisian yang sebelumnya dikatakan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin bahwa pihaknya tengah mendalami dugaan penyelewengan bantuan sosial (bansos) dan bantuan langsung tunai (BLT) di sejumlah daerah di Sumut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumut, menegaskan para pelakunya akan dijerat dengan pasal-pasal tindak pidana korupsi.

"Sebagaimana instruksi Presiden, kami akan terapkan kasus ini sebagai tindak pidana korupsi. Ada beberapa wilayah yang sudah kami telusuri. Kami sedang kumpulkan data apakah benar terjadi tindak pidana korupsi," ungkapnya pada talkshow yang disiarkan online dari Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Senin (18/5/2020) kemarin.

Dalam hal ini, polisi berpangkat Bintang dua di pundaknya ini memastikan Polda Sumut tidak akan memberikan toleransi pada tindakan yang menyentuh rasa keadilan, seperti dugaan penyelewengan bansos dan BLT.

"Saya sudah peritahkan Direktur Reserse Kriminal Khusus untuk menyelidiki dugaan penyimpangan apakah bantuan sosial apakah bantuan langsung tunai," tegasnya.

Seperti diketahui, isu penyimpangan bansos dan BLT ini mulai banyak disuarakan masyarakat belakangan ini.

Terkait lima daerah yang diduga melakukan penyimpangan dana bansos, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi daerah-daerah mana saja yang diduga melakukan penyelewengan.

"Sementara Medan, Siantar, Toba, Samosir, dan DS (Deliserdang)," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).

Lanjutnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut sudah bekerja di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti.

Bahkan, pihaknya juga telah memintai keterangan dari beberapa orang saksi-saksi.

Namun, saat disinggung siapa saja saksinya terkhusus buat Kota Medan dan Siantar, Rony masih enggan memberikan komentar.

Istri Kades Jadi Tersangka, Sunat Dana Bansos Covid-19 Rp 500 Ribu Per KK di Dairi

HOAKS 1 Pegawai Brastagi Supermarket Meninggal, 130 Orang Jalani Rapid Test Covid19

"Mohon maaf, masih tahap penyelidikan. Sabar ya, nanti pasti disampaikan lagi," pungkasnya.

(mft/tri bun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved