Bilang Santet di 'Susu' Kakak Ipar, Tangi Pahala Manalu Jadi Pesakitan di PN Medan

Tangi menjelaskan bahwa tulisan yang diposting di akun Facebook-nya merupakan ungkapan kekesalan terhadap abang dan kakak iparnya.

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Terdakwa Tangi Pahala Manalu didakwa melanggar UU ITE karena menghina kakak iparnya, di PN Medan, Rabu (19/5/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Tangi Pahala Manalu (44), warga Jalan Pancing, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, ini harus duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (19/5/2020) siang.

Ia didakwa melanggar UU tentang ITE, karena menyebut ada santet di "susu" kakak iparnya.

Dalam sidang beragendakan keterangan terdakwa, Tangi menjelaskan bahwa tulisan yang diposting di akun Facebook-nya merupakan ungkapan kekesalan terhadap abang dan kakak iparnya.

"Saya melakukan itu karena kesal dengan perbuatan abang dan kakak ipar saya," jelasnya di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Ahmad Sayuti.

Dikatakan Tangi, maksud dan tujuannya melakukan hal tersebut agar abang dan kakak iparnya sadar dari persantetan.

"Biar sadar pak Hakim, biar gak ada santet lagi," katanya.

BREAKING NEWS: 84 Karyawan Brastagi Supermarket Jalani Rapid Test, Petugas Datangi Kost Pegawai

Polosnya Putri Bungsu Didi Kempot, Tak Tahu Ayah Sudah Meninggal, Mengira Berobat, Sikap Yan Vellia

Hakim pun mempertanyakan apakah terdakwa mempercayai santet atau tidak.

"Percaya pak," jawabnya.

"Pernah kamu menyantet atau disantet?" tanya Hakim lagi

"Tidak pak," jawabnya lagi.

Halaman
12
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved