News Video

Bubur Sop Khas Melayu Masjid Jamik, Jadi Tradisi Menu Buka Puasa yang Dipertahankan Sejak 1930

Perbedaannya saat pandemi ini adalah bubur hanya dibagikan untuk masyarakat dalam mangkuk yang telah disediakan masjid.

Bubur Sop Khas Melayu Masjid Jamik, Jadi Tradisi Menu Buka Puasa yang Dipertahankan Sejak 1930

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Masjid Jamik yang terletak di Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat Kota Medan memiliki kegiatan yang sudah menjadi tradisi menahun, yakni membuat bubur sop khas melayu yang sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun.

Bubur ini sudah dimasak kurang lebih tiga generasi sejak tahun 1930-an.

Seorang pengurus masjid, Muhammad Nasir mengatakan bahwa menyantap bubur bersama sudah menjadi tradisi di Masjid Jamik.

Perbedaannya saat pandemi ini adalah bubur hanya dibagikan untuk masyarakat dalam mangkuk yang telah disediakan masjid.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya warga bawa tempat sendiri dan banyak juga yang makan di sini, tapi sekarang karena covid-19 ini jadi kita hanya membagikan saja," kata Nasir, Selasa (19/5/2020).

Ditambahkan Imam Rawatib Masjid Jamik, Suhaedi bahwa menyantap bubur bersama dan membagikan nya secara gratis memang sudah menjadi hal yang dipertahankan turun temurun.

"Kegiatan yang sudah menjadi tradisi di sini adalah membagikan bubur sop kepada masyarakat. Ini tradisi sudah lama sekali," ungkap Suhaedi.

Sejak selesai Salat Ashar, tampak beberapa warga datang untuk mengambil jatah bubur di areal masjid.

Suhaedi mengatakan bahwa terdapat pengurangan jumlah bubur yang dimasak yang biasanya sampai 400 porsi, kali ini karena wabah covid-19 jumlah bubur dikurangi menjadi 200 porsi.

Halaman
123
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: M.Andimaz Kahfi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved