Polemik Bansos di Sumut

Bupati dan Kapolres Langkat Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

Bantuan Covid-19 diberikan kepada warga miskin yang ekonominya melemah akibat Covid-19.

DOK. Humas Pemerintah Kabupaten Langkat
Bupati Langkat Terbit Rencana PA. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bupati Langkat Terbit Rencana PA selaku Ketua Satgas Gugus Covid-19 menegaskan, penyaluran bantuan sosial (bansos) terdampak Covid-19 di Kabupaten Langkat harus tepat sasaran.

“Dari jauh hari bupati menginstruksikan pendataan warga penerima bansos Covid-19 wajib tepat sasaran,” kata Sekdakab Langkat Indra Salahudin, di Kantor Bupati Langkat, Senin (18/5/2020), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Indra mengatakan, instruksi tersebut disampaikan Terbit, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) dengan camat dan kepala puskesmas se-Kabupaten Langkat, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Senin (13/4/2020).

Indra menambahkan, pada kesempatan tersebut Terbit juga meminta penerima bansos harus sesuai ketentuan yang berlaku, dan langkah penanggulangan Covid-19 diintenskan hingga 240 desa dan 37 kelurahan dari 23 Kecamatan se-Kabupaten Langkat.

“Jangan sampai ada masyarakat terdampak Covid-19 yang merasa kurang diperhatikan dan diurus. Ingat, jika itu terjadi akan menjadi dosa,” kata Indra, menyampaikan instruksi Terbit.

Kemudian, Indra melanjutkan, saat memimpin rapat analisa dan evaluasi Satgas Gugus Covid-19 Kabupaten Langkat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Selasa (28/4/2020), Terbit meminta penyaluran bansos dilakukan dengan baik dan sesegara mungkin,

“Sebab, masyarakat terdampak Covid-19  sudah benar-benar membutuhkan,” kata Indra.

Indra mengatakan, pada rapat tersebut dilakukan penandatanganan lima poin kesepakatan terkait penanganan dampak sosioal ekonomi.

Kelima poin tersebut antara lain pemberian bantuan bahan pangan kepada masyarakat miskin terdampak Covid-19, penetapan jumlah bansos kepada 72.761 penerima sesuai data usulan desa dan kelurahan se-Langkat, dan menetapkan 277 kantor desa dan kelurahan se-Langkat sebagai titik distribusi.

Kemudian, pengawalan distribusi akan melibatkan unsur Pemda Langkat, Kodim 0203/Langkat, dan Polres Langkat, serta masing-masing desa dan kelurahan wajib menyerahkan bansos pangan sesuai data yang ditetapkan melalui musyawarah desa, dengan didampingi Babinsa dan Babinkamtibnas masing-masing.

Sementara itu, Kadis Kominfo Langkat Syahmadi mengatakan, Kapolres Langkat Edi Surianta selaku Wakil Ketua Satgas Gugus Covid-19 Langkat, juga menegaskan penyaluran bansos harus tepat sasaran.

Hal tersebut dikatakan Edi, saat melakukan sosialisasi  protokol kesehatan serta pendataan warga penerima bansos dampak Covid-19 pada April hingga Mei 2020.

Syahmadi menambahkan, Edi juga berpesan agar para kepala desa (kades) berhati-hati menggunakan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD)  dalam menangani Covid-19.

“Jangan memanfaatkan kondisi ini sebagai celah untuk meraup keuntungan pribadi,” kata Syahmadi.

Di kesempatan tersebut, Syahmadi melanjutkan, Kapolres juga meminta para kades dan lurah benar-benar melakukan pendataan warga miskin dengan baik dan tepat sasaran.

“Ingat, verifikasi dan validasi kelayakan  data dari desa, kelurahan, dan kecamatan akan menjadi prioritas pengusulan warga penerima bantua,” kata Syahmadi.

Terkait penyaluran Syahmadi mengatakan, Wakil Bupati Langkat Syah Afandin menyatakan, bantuan Covid-19 diberikan kepada warga miskin yang ekonominya melemah.

Hal tersebut didasari intruksi Mendagri RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19 di lingkungan Pemerintah Daerah, dan Surat Gubernur Sumutera Utara Nomor 13/GTCOVID-19/IV/2020 perihal  Data Masyarakat Miskin Terdampak Covid-19.

“Luasnya  wabah pandemi Covid-19 di Sumut berdampak pada perlambatan perekonomian, khususnya bagi keluarga ekonomi bawah. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah,” kata Syahmadi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved