Breaking News:

Ramadhan 2020

Dua Tahun Ramadan di Frankfurt, Diplomat Abdul Mun'im Kagum Eratnya Kekeluargaan Muslim Indonesia

Ramadan begitu spesial, karena pada momen ini WNI dapat saling berkumpul untuk berbuka puasa bersama ataupun bersilaturahmi.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI diplomat senior, Abdul Mun'im Ritonga saat rekreasi di Romer Frankfurt. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjalani Ramadan di negeri orang akan menimbulkan rasa cinta terhadap tanah air yang begitu dalam. Hal ini diungkapkan oleh seorang diplomat senior Kemenlu RI di Frankfurt, Jerman.

Abdul Mun'im Ritonga menjalani Ramadan di luar negeri sudah 30 tahun lamanya sejak penugasan pertama sebagai diplomat di Jeddah, Arab Saudi pada tahun 1990.

Sebelum menjalani Ramadan di Frankfurt, Abdul sudah merasakan pengalaman Ramadan di berbagai negara khususnya di daerah Timur Tengah.

Bertepatan pada Ramadan 1441 H ini menjadi merupakan tahun kedua sekaligus tahun terakhir Abdul berpuasa di Frankfurt.

Hal ini dikarenakan Abdul akan memasuki masa pensiun dan akan kembali ke tanah air pada Desember 2020 mendatang.

Abdul menjelaskan bahwa tahun ini, ia menjalani Ramadan di Frankfurt yang jatuh pada musim semi.

"Jadi salah satu khas jalani puasa di Jerman ini, kita kadang-kadang berada di musim yang berbeda, karena di Jerman ini ada empat musim yaitu musim panas, semi, gugur dan dingin. Sekarang kita ini ada dalam posisi musim semi, jadi sekarang burung-burung berkicau, pohon tumbuh subur namun masih ada dinginnya, ini saya masih pakai jaket," ungkap Abdul saat diwawancarai melalui Zoom, Senin (18/5/2020).

Abdul menjelaskan bahwa saat ini ada 12 ribu WNI di Frankfurt dari keseluruhan 22 ribu WNI yang ada di keseluruhan negara Jerman yang terdiri dari mahasiswa ataupun pekerja.

Hal ini menjadikan Ramadan begitu spesial, karena pada momen ini WNI dapat saling berkumpul untuk berbuka puasa bersama ataupun bersilaturahmi.

"Di Jerman, Ramadan merupakan momen yang paling istimewa bagi warga Indonesia yang ada di Jerman karena saatnya berkumpul di suatu tempat, saatnya berbuka puasa bersama, tarawih bersama. Hal yang saya kagumi seperti ini, mereka itu sebelum Ramadan bagi yang ingin menyumbang makanan berbuka puasa, mereka berebut cepat sekali penuh listnya," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved