News Video

GTPP Covid-19 Deli Serdang Adakan Rapid Test, Hasilnya 14 Warga Reaktif dan Wajib Isolasi Mandiri

Dalam Rapid test tersebut, didapatkan hasil 14 warga di antaranya 6 dari pihak kecamatan dinyatakan reaktif.

GTPP Covid-19 Deli Serdang Adakan Rapid Test, Hasilnya 14 Warga Reaktif dan Wajib Isolasi Mandiri

TRI BUN-MEDAN.com - Puluhan warga dan pegawai kecamatan jalani Rapid Test yang dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Deli Serdang di kantor Camat Percut Seituan, Jalan Besar Tembung, No. 22, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Selasa (19/5/2020).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Deliserdang, Jefri Suska mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan untuk memutus penyebaran wabah corona.

"Kegiatan screening ini untuk pencegahan Covid-19. Kita lihat kepadatan dan aktivitas penduduk. Nanti hasil screening ini akan kita serahkan ke camat agar dapat mengevaluasi," ungkapnya.

Jefri menjelaskan bahwa jalani Rapid tes belum tentu sebagai diagnosa akhir. Ada beberapa tahapan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

"Kita tahu Rapid test ini bukan diagnosa tapi screening. Nanti hasil dari sini kita lakukan swab untuk meningkatkan diagnosa. Kalau hasilnya negatif, berarti dia terbebas dari Covid-19 sejauh ini. Dari hasil ini, kita harapkan dari yang reaktif untuk melakukan isolasi mandiri," ujar Jefri.

Camat Percut Seituan, Khairul Azman menuturkan bahwa peserta Rapid test ini ditujukan ke dalam beberapa kelompok yang paling sering melakukan interaksi dengan masyarakat.

"Kita kelompokkan kepada kelompok masyarakat dan pelayanan publik, seperti pegawai kita yang sering bersentuhan dengan masyarakat juga kita Rapid test, kelompok usaha seperti supermarket, pelayan toko, dan ojek online. Kemudian kita juga ada ambil sampel dari pedagang di Pasar Gambir," tutur Khairul.

Dalam Rapid test tersebut, didapatkan hasil 14 warga di antaranya 6 dari pihak kecamatan dinyatakan reaktif.

"Inikan kalau reaktif artinya imunnya berjalan barangkali ada gangguan virus di dalam tubuhnya. Tapi secara spesifik tentunya akan dilanjutkan dengan tes swab kita," kata Khairul.

Ira, warga yang mengikuti Rapid test ini mengungkapkan bahwa ia antusias ikut untuk tahu bagaimana keadaan kesehatannya.

"Ingin tahu saja bagaimana kondisi kesehatan kita. Kami berjualan di pasar jadi tahu kegiatan ini ada yang dengar bahwa ada Rapid test ini, jadi datang saja kemari," tutur Ira.

Senada dengan Ira, seorang petugas kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) Tembung, Otikholiza, juga turut mengikuti Rapid test.

"Saya ikut Rapid test ini karena saya sebagai petugas kesehatan di Puskesmas Pembantu Tembung, maka saya wajib karena saya memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Saya cukup senang dengan giatnya petugas kesehatan memberikan pelayanan pemeriksaan dalam upaya pencegahan Covid-19," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: M.Andimaz Kahfi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved