Jadi Duta Anti-Narkoba Pertama di Sumut, Presiden Batak United Berharap Klub Sepakbola Lain Menyusul

BNNP Sumatera Utara menunjuk Batak United Football Club (BUFC) sebagai klub sepakbola pertama di Sumut sebagai duta anti-narkoba.

Tribun-Medan.com/Chandra Simarmata
Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial (kiri) menyerahkan sertifikat duta anti narkoba kepada klub Batak United FC yang diwakili Dr Immanuel Munthe selaku presiden klub di Kantor BNNP Sumut, Rabu (20/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara menunjuk Batak United Football Club (BUFC) sebagai klub sepakbola pertama di Sumut sebagai duta anti-narkoba.

Sertifikat penunjukkan diberikan langsung Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial kepada Presiden Klub Batak United, Pdt Dr Immanuel Munthe di Kantor BNNP Sumut, Rabu (20/5/2020).

Presiden Batak United FC, Immanuel Munthe mengaku sangat senang klub binaannya dipercaya sebagai duta anti narkoba. Apalagi Immanuel mengatakan saat ini tercatat ada jutaan orang yang terjerat penyalahgunaan narkoba.

"Narkoba ini kita sudah zona merah juga. Data yang meninggal akibat narkoba itu jauh lebih besar dari covid19 ini. Jadi dengan adanya penunjukan ini, kami senanglah, bisa dilibatkan dalam hal ini (pencegahan narkoba)," ujarnya.

Immanuel bersama Pemilik (Owner) Klub BUFC, Syukri Wardi turut mengucapkan terima kasih kepada BNNP Sumut atas kepercayaan yang diberikan. Dengan penunjukkan itu mereka dapat ikut berperan aktif dalam aksi pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika.

"Apa yang dilakukan BNNP Sumut kepada Batak United tentu sangat luar biasa. Kami senang dilibatkan. Kami akan mulai sebagai klub baru, semoga ini turut merangsang klub lainnya," kata Immanuel yang menargetkan klubnya bisa promosi ke Liga 2 musim mendatang.

Lebih lanjut kata Immanuel, sebagai klub yang baru berdiri merupakan sebuah kebanggaan ditunjuk sebagai duta anti narkoba. Dia berharap ke depan akan semakin banyak klub sepakbola yang juga menjadi duta anti narkoba.

"BNN yang mengajak kami. Jadi mungkin BNN perlu orang-orang yang terlibat dalam olahraga untuk ikut juga menyuarakan anti narkoba. Sekarang kan banyak olahragawan ini pada narkoba juga. Mudah-mudahan nanti klub yang lebih besar ikut juga," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Sumut Brigjend Pol Atrial, menilai klub Batak United FC yang bermain di Liga 3 Indonesia memenuhi kriteria untuk mengemban tugas sebagai duta anti narkoba. Hal ini dikarenakan klub tersebut dianggap positif dalam membina pesepak bola muda dan punya banyak pengikut, termasuk suporter.

Atrial yang juga pembina Batak United FC ini berharap, kerja sama BNNP Sumut dengan klub sepakbola bisa terus berlanjut. Pihaknya akan bekerja sama dengan Asprov PSSI Sumut dan PSMS Medan untuk memberi sosialiasi bahaya dari narkoba.

"Kami apresiasi besar akan keberadaan Batak United. Harapannya semoga bisa memberi pengaruh positif. Hal seperti itu akan ditularkan kepada pengikutnya atau orang-orang yang cinta Batak United bahwa untuk berprestasi tidak harus pakai narkoba," kata Atrial didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Sumut, Tuangkus Harianja.

(Can/Tri bun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved