Imbas Covid-19, Permintaan Kurma Turun Drastis, Biasa Jual 20 Ton Momen Puasa Kini Cuma Laku 1,5 Ton

Permintaan tidak seperti tahun sebelumnya. Kondisi ini, sebagai imbas dari wabah Covid-19

Tribun-Medan.com/Natalin Sinaga
Pemilik usaha Zubaidi di Jalan Stasiun Medan, Abu Bakar Zein Zubaidi 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ramadan biasanya menjadi momen yang selalu membawa berkah bagi pedagang. Namun, berbeda dengan kali ini, di tengah pandemi Covid-19 hampir sebagian besar pedagang mengalami penurunan omzet.

Seperti pengakuan pemilik usaha Zubaidi di Jalan Stasiun Medan, Abu Bakar Zein Zubaidi yang menjual pernak pernik haji dan umrah.

Ia mengatakan saat ini permintaan masyarakat merosot drastis. Biasanya peci, sajadah pada momen Lebaran sangat laris manis.

Namun, saat ini hanya kurma yang diincar masyarakat.

Begitupun permintaannya juga tidak seperti tahun sebelumnya. Kondisi ini, sebagai imbas dari wabah Covid-19.

"Kalau peci, biasanya permintaanya di Ramadan begini banyak. Untuk pesantren dan juga pedagang untuk dijual kembali. Tapi sekarang, orang beli beras. Karena Covid-19 ini semua dampaknya terasa," ujarnya.

Ia mengakui sebagai pedagang dirinya sudah sempat mempersiapkan pasokan barang untuk kebutuhan lebaran.

Biasanya di momen Ramadan itu, dalam satu hari bisa meraup omzet hingga Rp 80 juta. Namun saat ini, diakuinya, untuk mendapatkan Rp 15 juta saja sulit.

Khusus untuk kurma, kata Abu, penjualannya sepanjang Ramadan biasanya bisa mencapai 20 ton.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved