Breaking News:

Kasus 143 Kg Ganja, Hakim PN Siantar Loloskan Dua Terdakwa dari Hukuman Mati

Kedua terdakwa yang sebelumnya dituntut pidana mati ini adalah Andi Putra (36) dan Budi Hutapea alias Obot (34).

TRIBUN MEDAN/ALIJA
SIDANG secara conference komplotan pengedar ganja kering di Pengadilan Negeri Pematangsiantar. Tiga orang disidang dengan layar monitor dari Lapas Klas IIA Pematangsiantar. 

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Usai ditunda beberapa kali, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pematangsiantar akhirnya memutus dua dari lima anggota komplotan pengedar ganja 143 kilogram dengan pidana 20 tahun penjara. Keduanya pun lolos dari hukuman mati sesuai permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Christianto.

Putusan ini tergolong ringan dari tuntutan jaksa, mengingat upaya negara dalam pemberantasan narkoba.

Sidang berjalan pada Rabu (21/5/2020) sore. Kedua terdakwa yang sebelumnya dituntut pidana mati ini adalah Andi Putra (36) dan Budi Hutapea alias Obot (34).

"Terdakwa bersalah melawan hukum, melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan primair," ujar Danardono.

Ketiga rekannya yang lain, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana penjara lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Ahmad Ifani Simatupang (54), John Freddy Pangaribuan (46) dan Irma Dinata (27) masing-masing memeroleh pidana penjara selama 15 tahun. Jatuh lebih rendah lima tahun dari tuntutan jaksa sebelumnya.

Oknum Polisi di Simalungun Jadi Pengedar Narkoba, Ini Respons Polda Sumut

Belum diketahui apa pertimbangan majelis hakim menghukum rendah para pelaku.

Upaya Tri bun Medan mengonfirmasi hal ini ke Humas Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Simon Sitorus belum mendapat jawaban usai pesan singkat dilayangkan, Kamis (21/5/2020).

Diketahui dalam dakwaan, terdakwa Andi dan Obot bersama Tanjung, Dedek serta Bembeng (nama ketiga terakhir DPO) berangkat ke Aceh untuk menjemput narkotika jenis ganja sebanyak 200 Kg atas permintaan Dedi yang berada di Lampung dan rencananya ganja tersebut akan dikirim ke Lampung menggunakan bus.

Singkat cerita, Jumat (4/10/2019), Andi dan Obot bersama ketiga temannya menjemput barang haram tersebut dari seseorang yang tidak dikenal dengan mengendarai dua unit mobil rental.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved