Cerita Seleb

Hotman Paris Tanggapi Viral Selebgram Lelang Keperawanan, Sebut UU ITE dan Ancaman 7 Tahun Penjara

Sarah yang telah melakukan klarifikasi, sebelumnya mengaku melelang keperawanannya seharga Rp 2 milliar sebagai bentuk penggalangan dana untuk Corona

Capture Instagram @hotmanparisofficial / @sarahkeihl
Kolase Hotman Paris dan Sarah Keihl 

Sarah yang telah melakukan klarifikasi, sebelumnya mengaku melelang keperawanannya seharga Rp 2 milliar sebagai bentuk penggalangan dana penanganan Covid-19.

TRI BUN-MEDAN.com - Pengacara Hotman Paris Hutapea turut angkat bicara terkait kasus viral seorang selebgram yang menawarkan keperawanannya.

Meski tak menyebutkan nama, orang yang dimaksud Hotman Paris merujuk pada selebgram Sarah Keihl, yang baru-baru ini menuai kontroversi lantaran video unggahannya.

Sarah yang telah melakukan klarifikasi, sebelumnya mengaku melelang keperawanannya seharga Rp 2 milliar sebagai bentuk penggalangan dana penanganan Covid-19.

Unggahan selebgram Sarah Salsabila atau akrab dikenal dengan nama Sarah Keihl.
Unggahan selebgram Sarah Salsabila atau akrab dikenal dengan nama Sarah Keihl. (Instagram/@sarahkeihl)
Aksinya tersebut langsung menuai hujatan dan cacian dari warganet karena dianggap merendahkan harga diri wanita dan para pejuang Covid-19 yang berada di garda terdepan.

Sebagai ahli hukum, Hotman Paris tidak mau ketinggalan untuk memberikan komentar.

Melalui akun Instagram @hotmanparisofficial, Kamis (21/5/2020), Hotman mengunggah video dirinya yang  langsung menyinggung kaum adam terkait masalah tersebut.

Hotman yang juga identik dengan wanita-wanita cantik itu mengimbau, bagi para laki-laki untuk mengabaikan undangan lelang keperawanan tersebut.

"Nasihat saya kepada para laki-laki, jangan pernah mau terima lelang, jangan mau ikut lelang atas adanya undangan lelang oleh seorang selebgram yang mau melelang keperawanannya seharga 2 milliar."

"Katanya untuk disumbangkan kepada korban Corona," imbau Hotman.

Hotman Paris mengatakan, kabar viral tersebut bisa tersandung pasal 27 (1) UU ITE dengan ancaman hukuman paling berat 7 tahun penjara layaknya kasus 'ikan asin'.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved