Cerita Seleb

Langgar Kesusilaan karena Lelang Keperawanan, Sarah Keihl Bisa Dipidana Maksimal 6 Tahun Penjara

Selain itu, Agus juga menilai Sarah telah meremehkan dunia perempuan dan tidak menghargai aspek kredibilitas perempuan.

instagram
Selebgram Sarah Keihl 

Langgar Kesusilaan karena Lelang Keperawanan, Sarah Keihl Bisa Dipidana Maksimal 6 Tahun Penjara

TRIBUN-MEDAN.com- Selebgram Sarah Keihl yang memposting lelang keperawanan melalui akun Instagram pribadinya dinilai melanggar kesusilaan.

Menurut Ahli Hukum dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Agus Riewanto, aksi Sarah Keihl yang menyatakan diri siap melelang keperawanan demi membantu korban Covid-19 itu dapat dikenai pasal 27 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2018 tentang ITE.

33 Artis Ini Kompak Lantunkan Surah Al-Mulk, Ada Baim Wong hingga Raffi Ahmad

Agus menambahkan, dalam pasal tersebut, Sarah Keihl bisa mendapat hukuman pidana maksimal 6 tahun penjara.

"Pasal itu mengatur mengenai larangan penyebaran informasi elektronik yang berbentuk pelanggaran kesusilaan."

Viral Sarah Keihl Minta Maaf Klarifikasi Lelang Keperawanan, Netizen Makin Membully
Viral Sarah Keihl Minta Maaf Klarifikasi Lelang Keperawanan, Netizen Makin Membully (instagram)

"Itu yang disampaikan ketika dia menjual keperawanan itu kan aspek susila, sesuatu yang dijunjung tinggi masyarakat tetapi dia informasikan secara daring di elektronik, secara main-main itu melanggar kesusilaan," ungkap Agus saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Kamis (21/5/2020) malam.

"Itu diatur di pasal itu, hukumannya maksimal 6 tahun," tambahnya.

Selain itu, menurut Agus, Sarah juga melanggar Pasal 296 jo Pasal 506 KUHP.

Dalam hal ini, Agus mengatakan, perbuatan Sarah dianggap telah melakukan pekerjaan mucikari ataupun PSK secara online.

"Bisa dikenai Pasal 296, Pasal 506 KUHP, di dua pasal itu intinya itu seseorang untuk menjadi mucikari dan PSK."

FOTO-FOTO dan Biodata Sarah Salsabila yang Bikin Heboh soal Postingan Lelang Keperawanan Rp 2 Miliar

Halaman
1234
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved