Lalu Lintas Medan Jelang Takbiran

800 Pengendara Dipulangkan Dalam Operasi Ketupat Toba, Tak Boleh Masuk Sumut

Pemulangan kendaraan tersebut dilakukan karena para warga tersebut tidak memiliki syarat ketentuan hasil rapid test.

TRIBUN MEDAN/VICTORY
KAPOLDA Sumut menginstruksikan warga untuk merayakan malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1441 H 2020 di masjid masing-masing. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 800 kendaraan telah dipulangkan oleh petugas kepolisian dalam Operasi Ketupat Toba 2020 hingga Sabtu (23/5/2020).

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menyebutkan bahwa 800 kendaraan tersebut didominasi kendaraan pribadi.

Lebih lanjut dikatakannya, dari 124 pos yang mereka buat dalam rangka operasi ketupat Toba 2020, ada 89 pos pengamanan dan 25 check point untuk mengantisipasi orang mudik atau masuk Sumut.

"Dari 25 check point tersebut, kendaraan yang kita pulangkan baik roda dua maupun roda empat dan bus. Yang paling banyak adalah mkbil penumpang pribadi hampir 800 unit yang kita pulangkan," tuturnya saat berada di Pos Satlantas di Jalan Bukit Barisan Medan, Sabtu (23/5/2020).

Petugas Polsek Medan Kota Lakukan Penyekatan dan Pengamanan di 18 Ruas Jalan

Ia menyebutkan pemulangan tersebut karena para warga tersebut tidak memiliki syarat ketentuan hasil rapid test.

"Karena penumpangnya tidak memenuhi syarat masuk ke Sumatera Utara yaitu keterangan rapid test," ungkapnya.

Martuani menginstruksikan warga untuk merayakan malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1441 H 2020 untuk di masjid masing-masing.

"Satu hal yang perlu diketahui, kita juga sudah melakukan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh bapak Gubernur, untuk membahas masalah pengamanan takbir dan salat id untuk besok. Bapak Presiden juga telah menginstruksikan kepada kita semua agar masyarakat melaksanakan takbir di masjid saja dan tidak perlu keliling," tegasnya.

Kapolda Sumut Instruksikan Takbiran di Masjid, Minta Salat Id Dilakukan Sesuai Protokol Covid-19

Selain itu, bekas Kapolda Papua ini juga meminta agar masyarakat yang tetap melaksanakan salat id di masjid untuk menjalankan protokol kesehatan.

"Termasuk juga salat id besok, apabila tetap melaksanakan salat id kami akan terapkan protokol kesehatan yaitu jaga jarak, physical distancing dan harus dicek suhu tubuh. Harus pakai masker dan lain sebagainya," ungkap Martuani.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 yang terus meningkat hingga hari ini.

"Sehingga kita bisa menghentikan penyebaran Virus Corona, karena ada indikasi naiknya angka PDP dan positif di Sumut. Dimana hingga hari ini ada 294 pasien positif dan 33 meninggal dunia," pungkasnya

Pantauan Tri bun, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto memantau langsung persiapan pos pengamanan dan penutupan jalan di Kota Medan dengan mengenakan jaket Satlantas.

Jalan-jalan protokol di Kota Medan tampak sepi dan warga tidak ada yang melakukan pawai di tengah kota.

Hanya ada sekumpulan pengendara sepeda yang melintas.(vic/tri bun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved